-
Iran menyatakan kesiapan militer penuh guna membalas ancaman serangan fisik dari Amerika Serikat.
-
Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan Donald Trump agar menjaga pernyataan sanksi dan militernya.
-
Eskalasi retorika perang mempersulit perundingan diplomatik kedua negara yang berlangsung di Swiss.
Suara.com - Iran menyatakan kesiapan penuh angkatan bersenjatanya untuk membalas setiap ancaman militer yang dilayangkan oleh Amerika Serikat.
Ketegangan baru ini mencuat di tengah upaya diplomasi kedua negara yang justru diwarnai saling lempar ancaman secara terbuka.
Sudut pandang baru ini menunjukkan kegagalan intimidasi Barat yang selama ini diandalkan untuk menekan posisi tawar Teheran.
Sikap keras tersebut menjadi sinyal bahwa diplomasi di meja perundingan tidak akan berjalan di bawah tekanan senjata.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, langsung melayangkan peringatan keras agar Washington menjaga ucapan mereka di ruang publik.
Ghalibaf menilai gertakan yang dilontarkan Amerika Serikat merupakan cerminan dari rasa frustrasi yang mendalam.
Menurutnya, jika tekanan yang dilakukan Washington selama ini berhasil, situasi saat ini pasti akan jauh berbeda.
Melalui akun media sosial X miliknya, Ghalibaf menegaskan posisi militer Iran yang sudah dalam kondisi siaga tertinggi.
"Sebaiknya mereka berhati-hati dengan pernyataan mereka. Angkatan bersenjata kita siap merespons dengan cara lain," kata Ghalibaf dalam pernyataan resminya, dikutip dari Xinhua, Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
Pernyataan menantang ini keluar tepat saat Ghalibaf memimpin delegasi Iran dalam dialog krusial bersama pihak Amerika Serikat.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut berlangsung di resor mewah Buergenstock yang terletak di wilayah Swiss bagian tengah.
Suasana diplomasi mendadak keruh setelah Presiden AS Donald Trump merilis pernyataan provokatif melalui platform Truth Social.
Trump mengancam akan meluncurkan serangan militer yang sangat masif ke wilayah Iran dalam waktu dekat.
Kemarahan Washington dipicu oleh tuduhan bahwa Iran terus menyokong pergerakan kelompok Hezbollah di Timur Tengah.
"Pukul Iran dengan sangat keras lagi" tulis Trump jika Teheran tidak segera menghentikan kelompok tersebut untuk menyebarkan kekacauan.
Konflik antara kedua negara ini memiliki akar sejarah panjang yang terus berulang dalam dekade terakhir.
Hubungan diplomatik terus memburuk sejak AS secara sepihak keluar dari perjanjian nuklir dan menjatuhkan sanksi ekonomi berlapis.
Dukungan Teheran terhadap jaringan poros perlawanan di regional regional selalu menjadi pemicu utama konfrontasi bersenjata dengan Washington.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement