News / Internasional
Senin, 22 Juni 2026 | 03:44 WIB
Kedatangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke Beijing pada Rabu (13/5) langsung membuat ibu kota China berada dalam status pengamanan super ketat. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Senator Lindsey Graham memprediksi kegagalan diplomasi Amerika Serikat terhadap Iran terkait penguasaan jalur vital Selat Hormuz.
  • Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan aksi militer jika negosiasi gagal menjamin keamanan di Selat Hormuz.
  • Konflik terbuka dapat terjadi jika Iran menentang kebijakan Amerika Serikat serta terus mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.

Suara.com - Senator Partai Republik, Lindsey Graham, memprediksi upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran akan berakhir gagal.

Ia bahkan menyebut Presiden Donald Trump siap mengambil langkah militer untuk menguasai Selat Hormuz jika negosiasi tidak membuahkan hasil.

Berbicara dalam program Face the Nation di CBS, Graham menilai jalur diplomasi tetap perlu dicoba meski peluangnya kecil.

“Saya lebih memilih mencoba diplomasi daripada menghapusnya dari opsi. Tapi saya pikir ini akan gagal,” ujarnya seperti dikutip dari NY Post.

Menurut Graham, nota kesepahaman 14 poin yang membuka jalan bagi pembicaraan damai selama 60 hari hanya menjadi langkah awal.

ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Graham memperingatkan bahwa kegagalan perundingan dapat berujung pada tindakan koersif, termasuk kemungkinan konflik terbuka.

“Saya menghabiskan empat setengah jam dengan Presiden Trump. Jika kesepakatan ini gagal, Trump akan mengambil alih Selat Hormuz dengan paksa,” kata Graham.

Graham juga menambahkan bahwa AS akan merespons keras jika Iran menentang langkah tersebut.

Graham bahkan mengeluarkan pernyataan keras dengan menyebut Amerika Serikat siap menghancurkan Iran jika terjadi konfrontasi di jalur strategis tersebut.

Baca Juga: Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Sementara itu, Trump juga memperingatkan Teheran agar tidak mengganggu stabilitas kawasan, termasuk melalui kelompok proksi seperti Hizbullah.

Trump menegaskan akan memukul Iran sangat keras jika ancaman terhadap Israel terus berlanjut.

Di sisi lain, Graham optimistis Trump mampu mendorong normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel pada 2026.

Namun, ia menekankan bahwa langkah tersebut sulit terwujud tanpa terlebih dahulu menekan pengaruh Iran di kawasan.

Ketegangan geopolitik ini menempatkan Selat Hormuz kembali sebagai titik krusial dunia.

Masa depan perundingan damai akan menjadi penentu apakah konflik dapat dihindari atau justru meningkat ke eskalasi yang lebih besar.

Load More