-
Penembakan brutal di SMA distrik Barangay San Jose Filipina menewaskan tiga orang siswa.
-
Aparat keamanan berhasil menangkap dua orang tersangka yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan.
-
Kasus penembakan di lingkungan institusi pendidikan tergolong peristiwa yang sangat jarang terjadi.
Suara.com - Aksi penembakan berdarah di salah satu SMA Filipina merenggut nyawa tiga pelajar seketika. Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan dua orang terduga pelaku penyerangan tersebut.
Insiden maut ini terjadi sekitar pukul sembilan pagi waktu setempat. Kekacauan pecah di dalam area institusi pendidikan yang terletak di distrik Barangay San Jose.
Tembakan mendadak itu langsung menyasar para korban di tengah aktivitas belajar. Petugas medis segera mengevakuasi korban terluka menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Langkah penyelidikan intensif kini berjalan untuk mengungkap motif utama penyerangan. Padahal, sekolah negeri tersebut menampung lebih dari seribu lima ratus murid aktif.
Aparat bersenjata lengkap juga langsung diterjunkan guna memperketat pengamanan lokasi. Kehadiran personel tambahan bertujuan untuk mencegah potensi ancaman susulan.
"Kami mendesak masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri dari menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, dan bekerja sama dengan pihak berwenang dengan memberikan informasi apa pun yang dapat membantu penyelidikan yang sedang berlangsung," ujar kepolisian nasional dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNA, Senin (22/6/2026).
Pernyataan resmi tersebut dikeluarkan demi meredam kepanikan massal di masyarakat. Otoritas berharap warga tidak memperkeruh situasi lewat spekulasi liar digital.
Kasus kekerasan bersenjata memang kerap melanda berbagai wilayah di Filipina. Tingginya angka kriminalitas ini dipicu oleh peredaran masif senjata api ilegal.
Meski demikian, aksi penembakan di lingkungan sekolah tergolong fenomena yang langka. Peristiwa ini langsung memicu evaluasi total terhadap sistem keamanan pendidikan.
Baca Juga: Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
Catatan kelam serupa pernah mengguncang wilayah Quezon City pada Juli 2022. Saat itu, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan membabi buta secara brutal.
Tragedi tersebut terjadi dalam seremoni kelulusan sekolah hukum Universitas Ateneo de Manila. Insiden masa lalu itu menewaskan tiga orang, termasuk mantan wali kota Lamitan City, Rose Furigay.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan