- Insiden pelemparan bom molotov terjadi di Jalan Mandiri II, Koja, Jakarta Utara, pada Senin, 22 Juni 2026.
- Seorang pengendara motor menjadi korban saat melintas, menyebabkan bagian dashboard kendaraannya terbakar akibat lemparan bom tersebut.
- Polisi sedang menyelidiki empat terduga pelaku berdasarkan rekaman CCTV serta mengumpulkan bukti pecahan botol di lokasi kejadian.
Suara.com - Polisi masih menyelidiki kasus pelemparan bom molotov yang terjadi di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Senin (22/6/2026).
Akibat insiden tersebut, seorang perempuan yang sedang melintas menggunakan sepeda motor menjadi korban. Bagian dashboard sepeda motor yang dikendarainya terbakar setelah terkena dampak lemparan bom molotov.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi menjelaskan, korban saat itu sedang dalam perjalanan menuju pasar.
“Saat kejadian, korban seorang perempuan sedang melintas menggunakan sepeda motor menuju pasar, kemudian terkena dampak pelemparan tersebut hingga bagian dashboard sepeda motornya terbakar,” kata Budi, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi, pelaku pelemparan diduga berjumlah empat orang. Saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas para pelaku.
“Dari rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah sekitar empat orang. Polsek Koja telah melakukan cek TKP, mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dan pecahan botol molotov, serta mengarahkan korban membuat laporan polisi,” ujarnya.
Budi menambahkan, hingga kini polisi masih melakukan identifikasi terhadap para pelaku sekaligus mendalami motif di balik aksi teror tersebut.
“Saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, termasuk mendalami motif kejadian,” pungkasnya.
Baca Juga: CCTV Mendadak Mati Saat Demo Mahasiswa, Ada Apa di Balik Layar Bundaran HI?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek
-
Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program
-
Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop
-
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi