- Israel menyatakan kekhawatiran bahwa perbaikan hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Iran akan memperkuat posisi kelompok Hizbullah di Lebanon.
- Duta Besar Yechiel Leiter mengkritik pembentukan unit dekonfliksi AS yang dinilai membatasi ruang gerak militer Israel melawan Hizbullah.
- Israel menegaskan akan tetap mengambil tindakan sepihak demi menjaga keamanan nasional jika ancaman Hizbullah terus berkembang di kawasan.
"Israel tidak berkonflik dengan Lebanon. Oleh karena itu, dekonfliksi bukanlah masalahnya. Semua yang dibutuhkan hanyalah koordinasi dengan Lebanon," lanjutnya.
Leiter menegaskan bahwa fokus utama Israel tetap tertuju pada Hizbullah.
"Satu-satunya masalah adalah Hizbullah. Hizbullah harus dikalahkan dan dihilangkan dari persamaan. Sebaliknya, ada bahaya bahwa Hizbullah telah menerima dorongan. Mereka tentu merasa lebih kuat dan lebih berani," tegasnya.
Israel juga menegaskan belum akan mengubah posisinya terkait keberadaan pasukan mereka di sejumlah wilayah yang disebut sebagai zona keamanan selama ancaman dari Hizbullah masih dianggap ada.
"Bagi kami, hal itu harus tetap demikian," katanya.
"Kami menyetujui gencatan senjata yang mensyaratkan Hizbullah mundur ke utara. Apakah perjanjian ini masih mengikat?" tambah Leiter.
Hubungan Israel-AS Jadi Sorotan
Leiter juga mengingatkan bahwa Israel akan terus mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menjaga keamanan nasionalnya.
"Kami tidak mampu menanggung komitmen yang memudar. Dan penting untuk memperjelas: Israel akan bertindak terhadap ancaman yang segera terjadi dan berkembang terhadap warganya dan tentaranya," ujarnya.
Baca Juga: Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya
Selain itu, Israel turut menyoroti potensi dampak ekonomi dari kesepahaman antara Washington dan Teheran.
"Iran diperkirakan akan mendapat manfaat dari aliran dana berdasarkan MoU tersebut. Bagaimana kita memastikan bahwa dana ini tidak sampai ke Hizbullah?" kata Leiter.
"Jika kita tidak dapat menjamin hal itu, maka semua kata-kata yang kita sepakati di sini tidak akan ada bedanya, karena Hizbullah akan membangun kembali dirinya sendiri," lanjutnya.
Di sisi lain, Washington dilaporkan mendorong pengurangan eskalasi dan meminta semua pihak menghindari langkah yang dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Perkembangan tersebut juga memunculkan perdebatan di dalam politik Israel mengenai arah kebijakan pemerintah dan hubungan dengan Amerika Serikat sebagai sekutu utama mereka.
Sebagai latar belakang, pembahasan mengenai situasi Lebanon telah berlangsung sejak April lalu di Washington. Sementara itu, upaya diplomasi antara AS dan Iran terus menjadi perhatian karena dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dalam jangka panjang.
Berita Terkait
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur
-
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang