- Komisi VI DPR RI mengusulkan transformasi platform PaDi UMKM menjadi marketplace nasional dalam Rapat Dengar Pendapat, Rabu (24/6).
- Abdul Hakim Bafagih menyarankan pengalihan pengelolaan PaDi UMKM kepada Danantara Asset Management untuk memperkuat posisi pelaku usaha lokal.
- Langkah strategis ini bertujuan melindungi UMKM dari praktik biaya tinggi dan algoritma yang tidak adil di marketplace.
Suara.com - Komisi VI DPR RI mendorong transformasi platform PaDi UMKM menjadi marketplace nasional yang berpihak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Usulan ini disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini, Rabu (24/6).
Hakim menilai PaDi UMKM memiliki fondasi kuat untuk dikembangkan sebagai platform e-commerce nasional.
Ia mengusulkan agar pengelolaan platform tersebut dialihkan ke Danantara Asset Management guna memperkuat peran negara.
“Saya mengusulkan PaDi UMKM menjadi marketplace milik bangsa Indonesia. Jadi dalam hal ini Telkom kalau bisa merelakan PaDi UMKM biar di bawah Danantara Asset Management langsung, supaya ini menjadi marketplace nasional agar pelaku-pelaku UMKM kita tidak ditindas oleh marketplace yang ada,” kata Hakim.
Menurutnya, keberadaan marketplace nasional penting untuk melindungi UMKM dari berbagai tantangan di ekosistem digital.
Ia menyebut, negara sebenarnya telah memiliki basis yang cukup melalui PaDi UMKM.
“Karena memang saat ini negara memiliki marketplace yang saya rasa paling proper itu PaDi UMKM miliknya Telkom. Bantu Danantara untuk mengembangkan UMKM ini supaya PaDi UMKM menjadi marketplace nasional, mencari untung tapi untungnya yang wajar,” ujarnya.
Hakim juga optimistis kemampuan talenta digital nasional mampu mendukung pengembangan platform tersebut.
Baca Juga: DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
Ia menyebut sumber daya manusia Indonesia, khususnya di Telkom, memiliki kapasitas untuk membangun marketplace yang kompetitif.
“Saya rasa talenta-talenta yang dimiliki Telkom dan warga negara Indonesia untuk mengembangkan marketplace memang milik kebanggaan negara Indonesia itu pasti ada,” katanya.
Lebih jauh, ia menyoroti keluhan pelaku UMKM terhadap sejumlah marketplace, mulai dari biaya yang tinggi hingga algoritma yang dinilai tidak berpihak.
Kondisi ini dinilai menjadi hambatan bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
“Supaya persoalan yang dialami UMKM terhadap bagaimana marketplace menekan biaya-biaya, memainkan algoritma, dan lainnya itu bisa dihilangkan, PaDi UMKM hadir di situ,” tutur Hakim.
Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian Danantara dan masuk dalam kesimpulan rapat Komisi VI DPR RI.
Menurutnya, pembentukan marketplace nasional menjadi langkah strategis untuk menjawab kegelisahan pelaku UMKM.
“Kalau bisa ini menjadi kesimpulan kita, Komisi VI mendorong pembentukan marketplace nasional yaitu PaDi UMKM. Silakan mau di-spin off, ditaruh di bawah Danantara Asset Management langsung, tidak masalah, kalau memang ini bisa membantu pelaku UMKM,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!