- AKBP Adri Desas Furyanto mengalami cedera saat mengamankan demonstrasi PB PMII di depan Gedung DPR RI, Senin (22/6/2026).
- Polisi menyatakan korban menderita fraktur patella dextra atau keretakan tempurung lutut kanan akibat terdorong saat terjadi kericuhan aksi.
- Saat ini, AKBP Adri sedang menjalani perawatan medis intensif di RS Polri Kramat Jati untuk memulihkan kondisi cederanya tersebut.
Suara.com - Video Kabag Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto, yang berteriak "kaki saya patah" saat mengamankan aksi demonstrasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2026), viral di media sosial.
Belakangan, kepolisian mengungkap kondisi sebenarnya yang dialami perwira tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung menyatakan AKBP Adri didiagnosis mengalami fraktur patella dextra atau keretakan pada tempurung lutut kanan.
"Diagnosa: fraktur patella dextra. Adanya keretakan di bagian lutut kanan. Saat ini mendapat perawatan di RS Polri Kramat Jati," kata Reynold E.P Hutagalung kepada Suara.com melalui pesan singkat, Rabu (24/6/2026).
Video yang beredar sebelumnya memperlihatkan AKBP Adri dievakuasi dalam kondisi kesakitan setelah terjadi kericuhan antara massa aksi dan aparat.
Ucapan "kaki saya patah karena kalian" yang terlontar saat itu memunculkan berbagai spekulasi mengenai cedera yang dialaminya.
Tak lama dari jawaban yang diberikan Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlin Sumantri menjelaskan, insiden bermula ketika aparat berupaya mengamankan replika keranda yang dibakar massa aksi.
Saat proses tersebut berlangsung, terjadi tarik-menarik dan dorong-dorongan antara petugas dan demonstran.
"Waktu aksi PMII hari Senin yang lalu itu, waktu mengamankan replika keranda yang dibakar, itu terjadi kericuhan, tarik-tarikan sama massa," terang Erlin kepada Suara.com saat dihubungi melalui telepon.
Baca Juga: Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
"Di situ Bang Adri terjatuh, kedorong-dorong ya kan, karena beliau sudah enggak kuat lagi tenaganya, jatuh akhirnya di situ tempurung lututnya agak bergeser," katanya menambahkan.
Menurut Erlin, teriakan yang terdengar dalam video terjadi karena AKBP Adri belum mengetahui secara pasti kondisi cederanya saat kejadian berlangsung.
"Pas kejadian itu kan belum dirasakan apa mungkin patah atau gimana. Namun dalam keadaan panik jadi ngomongnya 'patah, patah', seperti di video itu kan," tuturnya.
Setelah mendapatkan pemeriksaan dari tim kesehatan, diketahui terdapat keretakan pada bagian tempurung lutut kanan.
Erlin menyebut cedera tersebut terjadi pada area lutut, bukan patah tulang pada bagian lain sebagaimana sempat berkembang dalam sejumlah spekulasi di media sosial.
"Saat dicek oleh tim kesehatan, itu tempurungnya agak bergeser," ujar Erlin.
Saat ini AKBP Adri masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Pihak kepolisian belum dapat memastikan berapa lama proses perawatan dan pemulihan yang dibutuhkan.
"Saya belum monitor lagi. Belum tahu juga apa sudah membaik atau gimana. Nanti saya koordinasi lagi dengan tim kesehatannya," ujar Erlin.
Sebagai informasi, aksi PB PMII di depan kompleks parlemen pada Senin (22/6/2026) sempat diwarnai ketegangan. Massa membakar sejumlah atribut demonstrasi, termasuk replika keranda. Kericuhan kemudian terjadi saat aparat melakukan pengamanan hingga menyebabkan AKBP Adri mengalami cedera.
Berita Terkait
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM
-
Mahasiswa Trisakti Beri Peringatan Keras: Jangan Main-Main dengan Isu Perut Rakyat
-
Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Aksi di DPR, PB HMI MPO Angkat Patung Jelangkung dan Serukan 'Pembebasan Nasional'
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK