- Kafe Warkopolim milik Gofar Hilman di Melawai, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran pada Rabu dini hari, 24 Juni 2026.
- Api dipicu percikan alat penggorengan yang menyambar minyak, namun berhasil dipadamkan petugas setelah mengerahkan enam unit mobil pemadam.
- Insiden kebakaran di area seluas 3x2 meter persegi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian sekitar Rp10 juta.
Suara.com - Insiden kebakaran melanda kafe Warkopolim milik Gofar Hilman di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026) dini hari.
Api diduga bermula dari percikan fryer yang menyambar bekas minyak di tembok, lalu membesar hingga merambat ke jalur eksos.
"Percikan api fryer kecil yang menyambar ke bekas minyak yang ada di tembok, lalu membesar sampai ke jalur eksos," ujar Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal.
Karyawan warung sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sebelum akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran Kebayoran Baru.
Laporan diterima petugas pada pukul 01.04 WIB dari seorang warga bernama Laode melalui sambungan telepon.
Unit pertama, yakni 4.17.3.1 Medium Pressure dari Pos Kramat Pela, tiba di lokasi hanya dua menit setelah bertolak dari pos, yakni pada pukul 01.08 WIB.
Sebanyak enam unit dikerahkan, yang terdiri dari lima unit pompa dan satu unit pendukung, dengan total 25 personel yang diturunkan ke lokasi kejadian.
Proses pemadaman dimulai pukul 01.10 WIB, api berhasil dilokalisir pada 01.30 WIB, dan operasi pemadaman tuntas pada pukul 01.55 WIB.
Kebakaran menghanguskan area seluas 3x2 meter persegi pada satu unit ruko, tanpa korban jiwa maupun luka.
Baca Juga: Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman
Namun, taksiran kerugian yang ditimbulkan insiden kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa