News / Nasional
Rabu, 24 Juni 2026 | 17:01 WIB
Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Dua peserta program SPPI meninggal dunia akibat heat stroke dan henti jantung saat mengikuti latihan dasar militer.
  • Kementerian Sekretariat Negara memastikan program Koperasi Merah Putih tetap berlanjut meski akan melakukan mitigasi serta evaluasi.
  • Pakar kebijakan publik menyarankan penghentian latihan militer karena dinilai tidak relevan dengan kebutuhan manajerial calon pengelola koperasi.

"Koperasi saya pikir tepat dikelola dengan model kepemimpinan sipil, bukan model kepemimpinan militer, dengan sistem komando dan komunikasi satu arah," ujarnya.

Sebab Kematian

Dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil).

Keduanya adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Kabar duka tersebut beredar luas di media sosial sejak Senin (22/6/2026), sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan Anisa mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, pada 18 Juni 2026.

Ia sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Setelah pemeriksaan lanjutan, Anisa dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis awal heat stroke.

Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq dilaporkan meninggal saat mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja.

Baca Juga: Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer

Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada 15 Juni 2026 dan telah dirujuk ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan penyebab kematian adalah cardiac arrest atau henti jantung.

Kemenhan menegaskan bahwa seluruh peserta SPPI telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti pendidikan latsarmil.

Program tersebut juga disebut telah dirancang dengan standar pelatihan yang dinilai aman bagi peserta sipil.

Meski demikian, Kemenhan menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latsarmil, menyusul peristiwa meninggalnya dua peserta tersebut, guna memastikan aspek keselamatan peserta lebih optimal ke depan.

Di sisi lain, Kemenhan bersama TNI juga telah melakukan pendampingan terhadap keluarga kedua peserta yang meninggal dunia serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Load More