News / Nasional
Rabu, 24 Juni 2026 | 17:51 WIB
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa mahasiswa dari Aliansi Cipayung Jakarta Barat di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026) diwarnai kericuhan dengan aparat kepolisian. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Aliansi Cipayung Jakarta Barat menggelar unjuk rasa mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
  • Kericuhan terjadi akibat aksi saling dorong antara mahasiswa dan kepolisian saat petugas berupaya mencegah massa melakukan aksi pembakaran.
  • Situasi kembali kondusif setelah orator aksi menenangkan massa dan menegaskan komitmen mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

Suara.com - Aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa mahasiswa dari Aliansi Cipayung Jakarta Barat di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026) diwarnai kericuhan dengan aparat kepolisian yang berjaga.

Ketegangan memuncak saat massa ingin memulai aksi pembakaran di tengah penyampaian aspirasi.

Kericuhan dipicu pengakuan mahasiswa peserta aksi akan tindakan represif oknum aparat dalam upaya mereka mencegah aksi pembakaran.

Suasana menjadi tidak kondusif setelah terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa berbaju almamater dengan petugas di depan barikade pembatas.

Kepulan asap dari APAR dan teriakan peringatan mulai bersahutan di lokasi kejadian, yang mengakibatkan situasi semakin mencekam.

"Kepolisian dan teman-teman mahasiswa, mundur!" teriak salah seorang orator dari
atas mobil komando, berusaha meredam gejolak yang ada.

Namun, sejumlah mahasiswa tampak masih emosi dan melayangkan protes keras kepada aparat imbas pengakuan rekan mereka soal tindakan represif aparat.

"Woi! Mundur, mundur, mundur!" seru sang orator lagi, mengingatkan rekan-rekannya.

Beberapa perwakilan mahasiswa turut mencoba menengahi teman-temannya yang masih mencoba mendebat aparat.

Baca Juga: Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan

"Aksi kita adalah aksi damai, kita fokus untuk menyampaikan aspirasi," tegas sang orator melalui pengeras suara, untuk mengingatkan kembali tujuan utama mereka.

Dari situ, ketegangan mulai mereda. Aksi orasi pun berangsur kondusif kembali seperti semula.

Aksi yang melibatkan gabungan organisasi mahasiswa PMII, HMI MPO, GMNI hingga PMKRI Jakarta Barat ini sendiri merupakan bagian dari lanjutan unjuk rasa untuk mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran, yang sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

"Tujuan kami turun pada hari ini adalah menjaga bentuk eskalasi perjuangan semangat teman-teman yang sudah sampai pada di detik ini turun aksi," ucap Ketua Cabang PMII Jakarta Barat, Ahmad Fauzi.

Load More