- Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menyoroti rencana penurunan dana Transfer ke Daerah sebesar Rp300 triliun pada 2027.
- Pemangkasan anggaran tersebut mengancam kemampuan pemerintah daerah dalam membayar gaji 1,7 juta pegawai PPPK serta tenaga honorer paruh waktu.
- Komisi II DPR RI mengusulkan agar pembiayaan gaji pegawai tersebut dialihkan dari APBD ke anggaran belanja pemerintah pusat atau APBN.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, mengungkapkan kekhawatirannya terkait rencana penurunan signifikan dana Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun anggaran 2027.
Aria menyebut, dana transfer yang semula berada di angka Rp900 triliun diproyeksikan merosot menjadi Rp600 triliun.
Penurunan sebesar Rp300 triliun ini dinilai akan memukul kemampuan fiskal pemerintah daerah, terutama dalam memenuhi kewajiban pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tenaga honorer paruh waktu.
"Transfer daerah yang dari 900 triliun itu turun menjadi 600 triliun untuk 2027. Dengan demikian, gaji guru, PNS, terutama honorer PPPK dan paruh waktu yang dibebankan pada APBD akan terdampak," ujar Aria di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, Komisi II DPR RI telah melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Aria menegaskan, bahwa pihaknya mengusulkan agar penggajian PPPK dan tenaga paruh waktu dialihkan dari APBD ke belanja pemerintah pusat (APBN).
"Keputusan kami meminta untuk P3K yang sudah diangkat dan P3K paruh waktu tidak ada PHK. Kami mengusulkan supaya Mendagri proaktif bicara dengan KemenPAN-RB dan Kementerian Keuangan agar PNS, P3K, termasuk yang paruh waktu, dianggarkan oleh pemerintah pusat," tegasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan, tidak terganggu akibat efisiensi anggaran tersebut.
Aria menjelaskan, bahwa saat ini mayoritas Pemerintah Daerah (Pemda) masih sangat bergantung pada dana transfer pusat. Menurut datanya, lebih dari 80 persen APBD di banyak daerah bersumber dari transfer daerah.
Baca Juga: Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
Jika TKD dipangkas hingga Rp 300 triliun, maka Pemda dipastikan tidak akan mampu menanggung beban gaji pegawai yang jumlahnya mencapai 1,7 juta orang yang telah diangkat.
"Kalau itu turun 300 triliun, tekanannya akan berat. Padahal kemarin kita sudah angkat 1,7 juta PNS dan P3K. Kalau mereka tidak mampu digaji, pengaruhnya sangat besar terhadap pelayanan publik," tambahnya.
Lebih lanjut, Aria menyatakan bahwa target maksimal DPR adalah mengembalikan nilai transfer daerah ke angka Rp 900 triliun, sebagaimana postur anggaran tahun 2026.
Namun, sebagai solusi minimal untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, pengalihan beban gaji ke pusat menjadi harga mati.
"Inisiasi kami adalah penggajian ditarik ke pusat, terutama yang terkait dengan pendidikan dan kesehatan. Jangan sampai efisiensi ini mengganggu pelayanan publik karena aparatnya tidak gajian," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya
-
Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT
-
Tahan Tangis saat Sidang MK, Guru Sebut PPPK dan Honorer Dipecat Imbas MBG
-
Guru Ungkap Ada PPPK Paruh Waktu Bergaji Rp15 Ribu, Anggaran Pendidikan Disorot
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!