- Sekretaris Fraksi Gerindra, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa isu pengawasan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah hoaks.
- Fraksi Gerindra saat ini fokus mengawal ketersediaan pangan dan harga sembako bagi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
- Partai Gerindra akan menempuh langkah hukum berupa somasi terhadap pihak penyebar fitnah yang mencoba memecah belah pemerintah.
Suara.com - Fraksi Partai Gerindra DPR RI bereaksi keras menyikapi isu liar yang beredar di media sosial terkait perintah pengawasan terhadap gerak-gerik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Isu tersebut menyebutkan adanya rapat khusus yang dipimpin Ketua Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, untuk memantau sang Wapres.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, memastikan kabar tersebut sepenuhnya hoaks.
Ia menegaskan, dalam setiap rapat fraksi yang dipimpin Budi Djiwandono, tidak pernah sekali pun muncul pembahasan mengenai pengawasan terhadap Wapres.
"Saya selalu hadir dan ikut memimpin rapat-rapat di Fraksi Gerindra dan tidak ada perintah maupun pembahasan hal tersebut," tegas Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.
Bambang meluruskan bahwa fokus utama Fraksi Gerindra saat ini adalah mengawal kesejahteraan rakyat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing, bukan melakukan pengawasan politik terhadap mitra koalisi.
"Yang ada adalah perintah untuk mengawasi ketersediaan pangan dan harga sembako di daerah pemilihan semua anggota DPR agar kita dapat memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga daya belinya," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka tetap solid tanpa retak sedikit pun.
Bambang memperingatkan pihak-pihak yang mencoba memecah belah pemerintah.
Baca Juga: Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
"Dan hubungan keduanya sangat baik. Ini gosip tidak benar dan cenderung memprovokasi dan mengadu domba," ujarnya.
Menyikapi fitnah yang beredar, Fraksi Gerindra tidak tinggal diam. Bambang menyatakan pihaknya akan mengambil langkah hukum tegas.
"Atas adanya tudingan yang tidak benar itu, Partai Gerindra akan melayangkan somasi," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
-
Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Dugaan Rp20 Juta Usai Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM dan Bentuk Tim Investigasi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Erick Thohir Ada Agenda sebagai Menpora, PSSI Tunda Evaluasi Kegagalan John Herdman
-
Modus Incar Nasabah Bank, Komplotan Begal Sadis Dibekuk, Dua Pelaku Ditembak!
-
BRI Jadi Koordinator Himbara di Danantara Housing Expo 2026
-
Panglima TNI Pastikan HUT RI Aman, Personel Disiapkan di Berbagai Wilayah
-
Jangan FOMO All-in Saham, Investor Harus Manfaatkan AI untuk Cari Strategi
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat
-
Purbaya Turun Tangan Bantu Korban Tumpahan Minyak Montara NTT 2009, Tak Cuma Janji Ganti Rugi
-
Lima Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Labuhanbatu
-
Merdeka Finansial, Bebas Memilih: Refleksi Perempuan Pekerja di HUT ke-81 RI
-
Disiplin Tanpa Nalar: Ketika Sekolah Lebih Sibuk Mengatur daripada Mendidik