- Didi Suprijadi menyatakan anggaran pendidikan nasional saat ini sudah memadai namun distribusinya masih belum tepat sasaran.
- Alokasi dana pendidikan dinilai tidak seimbang karena kementerian pendidikan menerima anggaran lebih kecil dibanding pendidikan kedinasan.
- Presiden Prabowo menyebut peningkatan kesejahteraan guru terhambat oleh kebocoran penerimaan negara yang membatasi ruang fiskal pemerintah.
Suara.com - Dewan Pembina Forum Pendidikan dan Tenaga Honorer Swasta Indonesia (FPTHSI) Didi Suprijadi menilai persoalan kesejahteraan guru tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan keterbatasan anggaran negara.
Menurutnya, anggaran pendidikan saat ini sudah cukup besar karena telah memenuhi amanat konstitusi.
Pernyataan itu disampaikan Didi saat merespons pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sebenarnya tersedia ruang untuk meningkatkan kesejahteraan guru apabila kebocoran penerimaan negara dapat ditekan.
Menurut Didi, persoalan utama bukan terletak pada besaran anggaran pendidikan, melainkan distribusi dan penggunaannya yang belum tepat sasaran.
"Anggaran pendidikan sudah cukup tinggi sesuai UUD 45, 20 persen dari APBN dan APBD. Anggaran pendidikan jangan dikaitkan dengan anggaran lainnya program pemerintah seperti MBG, persoalannya distribusi yang belum tepat sasaran," kata Didi kepada Suara.com, Kamis (25/6/2026).
Ia mencontohkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang membawahi jutaan peserta didik dari tingkat TK hingga SMA/SMK justru menerima anggaran yang menurutnya lebih kecil dibanding sejumlah program pendidikan lainnya.
"Misal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hanya menerima kurang dari Rp100 triliun untuk jutaan murid TK, SD, SMP, SMA, SMK. Bandingkan dengan program pendidikan kedinasan dengan anggaran lebih dari Rp100 triliun dengan sasaran hanya ribuan peserta didik," tuturnya.
Didi menilai masyarakat selama ini selalu memaknai pendidikan sebagai layanan yang diberikan kepada anak-anak sekolah. Karena itu, alokasi anggaran seharusnya lebih banyak diarahkan untuk sektor tersebut.
"Padahal semua orang secara alami bila bicara pendidikan selalu mengacu pada anak sekolah," katanya.
Baca Juga: Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
Selain itu, Didi juga menilai masih adanya kebocoran dalam pengelolaan penerimaan negara menjadi salah satu faktor yang membuat ruang fiskal pemerintah tidak optimal.
"Di sisi lain APBN sering kali pemasukannya kurang signifikan akibat kebocoran pengelolaan negara baik bocor karena korupsi, manipulasi dan lainnya. Bila pemerintah bisa membenahi sektor pemasukan APBN dari tambang dan perkebunan maka tidak perlu lagi bicara kurangnya dana pendidikan," pungkasnya.
Pernyataan mengenai kesejahteraan guru itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintah sebenarnya ingin meningkatkan gaji guru dan PNS, namun ruang fiskal negara belum optimal karena masih terjadi kebocoran penerimaan negara dan aliran dana ke luar negeri.
Berita Terkait
-
Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah Imbas Rugi Terus
-
Slip of the Tongue 'Ndasmu' Prabowo di Penas: Gaya Autentik atau Asal?
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!