- Presiden Prabowo menyatakan mengetahui pihak penggerak demonstrasi bayaran saat acara di Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026.
- Andreas Hugo Pareira menilai wajar Presiden memiliki informasi tersebut melalui perangkat intelijen dan penegak hukum negara.
- PDIP mengkritik cara penyampaian Prabowo yang dianggap bernada ancaman dan dapat mengintimidasi warga dalam menyampaikan aspirasi publik.
Suara.com - Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku telah mengantongi identitas pihak-pihak di balik sejumlah aksi demonstrasi.
Andreas menilai, sebagai kepala negara yang memegang kendali atas alat intelijen dan penegak hukum, wajar jika Presiden memiliki informasi tersebut.
Namun, Andreas memberikan catatan kritis terkait cara Presiden menyampaikan informasi tersebut ke ruang publik.
Menurutnya, publik sudah memahami bahwa Presiden memiliki perangkat negara untuk memetakan mana aksi yang murni aspirasi rakyat dan mana yang digerakkan oleh kepentingan tertentu.
"Sebagai presiden dengan kelengkapan alat-alat negara, alat intelijen, alat penegak hukum, dan perangkat negaranya, memang seharusnya tidak sulit bagi Presiden untuk mengetahuinya. Tanpa Presiden menyampaikan di depan umum pun, kita memahami bahwa beliau mengetahui itu," ujar Andreas kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Andreas menekankan bahwa poin pentingnya bukan sekadar mengetahui, melainkan bagaimana negara merespons perbedaan jenis demonstrasi tersebut.
Ia membedakan antara demonstrasi substantif yang menyuarakan kegelisahan publik dengan demonstrasi yang bersifat "bayaran".
"Justru yang dibutuhkan dari Presiden karena beliau mengetahui adalah langkah dan tindakan apa yang dilakukan; terhadap demonstrasi yang substantif dan mana demonstrasi bayaran," lanjutnya.
Lebih lanjut, legislator PDIP ini menyayangkan nada bicara Presiden Prabowo dalam pidatonya yang memberikan peringatan keras kepada para koordinator aksi.
Baca Juga: Mahasiswa Demo Atas Nama Rakyat: Tapi Rakyat yang Mana?
Ia menilai pernyataan tersebut justru bisa ditangkap sebagai bentuk intimidasi terhadap warga negara yang ingin menyampaikan pendapat.
"Kalau melihat ucapan Presiden dalam pidatonya, justru terkesan nada ancaman terhadap rakyatnya sendiri," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang berada di balik sejumlah aksi demonstrasi yang belakangan terjadi.
Ia bahkan memperingatkan pihak-pihak yang disebut mengorganisasi aksi dengan cara membayar peserta demonstrasi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
"Saudara-saudara sekalian hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu," kata Prabowo.
Prabowo menyoroti fenomena peserta aksi yang disebut tidak memahami substansi tuntutan yang mereka suarakan. Menurutnya, ada peserta demonstrasi yang hanya ikut karena menerima bayaran.
"Ditanya, ditanya anak-anak demo nggak ngerti. Mau demo apa ya? Mm mm mm. Kami dibayar Rp200 ribu. Tapi ada. Saya nggak mengerti," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengajak masyarakat untuk menjaga kekompakan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Tag
Berita Terkait
-
Mahasiswa Demo Atas Nama Rakyat: Tapi Rakyat yang Mana?
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?
-
FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
-
Kalimat 'Endasmu' dari Prabowo Muncul Usai Singgung Wartawan di Penas
-
Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah Imbas Rugi Terus
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?
-
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat
-
Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa
-
Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?
-
Siapa John Lennon 07? Sosok di Balik Kode Rahasia Suap Tambang Ketua Ombudsman