- Mahfud MD meminta Presiden Prabowo mengungkap identitas pihak terlibat demonstrasi berbayar secara terbuka kepada publik di Indonesia.
- Permintaan tersebut disampaikan Mahfud di UGM pada Kamis, 25 Juni 2026, agar masyarakat memahami persoalan sebenarnya.
- Mahfud menekankan pentingnya transparansi pemerintah dan mengimbau mahasiswa agar tetap solid dalam menyuarakan kritik secara objektif.
Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD meminta Presiden Prabowo Subianto mengungkap secara terbuka pihak yang dimaksud dalam pernyataannya mengenai adanya aksi demonstrasi yang dibayar.
Menurut Mahfud MD, jika memang terdapat informasi mengenai pihak yang membiayai demonstrasi mahasiswa, maka identitas pihak tersebut sebaiknya disampaikan secara terang-terangan kepada publik.
"Ya harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu. Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar?" kata Mahfud kepada wartawan ditemui di UGM, Kamis (25/6/2026).
Mahfud mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang dimaksud Presiden Prabowo dalam pernyataan tersebut. Namun, ia menilai keterbukaan diperlukan agar publik memahami persoalan yang sebenarnya.
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan kritik yang disampaikan mahasiswa selama ini umumnya dilakukan secara terbuka dengan menyebut kebijakan maupun institusi yang menjadi sasaran kritik.
Hal itu seharusnya turut dilakukan oleh Kepala Negara ketika mengaku mengetahui adanya demonstrasi berbayar.
"Mahasiswa jelaskan kalau kritik pemerintah nyebut kasusnya, MBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini ini, kan disebut, ini pelakunya, kan gitu, ini institusinya," ucapnya.
"Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar, terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita?" imbuhnya.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) itu bilang bahwa praktik penyusupan maupun pendanaan terhadap kelompok mahasiswa bukan hal baru dalam sejarah pergerakan mahasiswa.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan
Ia mencontohkan pada masa lalu terdapat individu yang berperan ganda sebagai aktivis sekaligus informan yang memperoleh bayaran.
Meski demikian, Mahfud menilai kelompok-kelompok semacam itu hanya merupakan bagian kecil dari gerakan mahasiswa secara keseluruhan. Ia menyebut keberadaan kelompok yang bergerak di luar arus utama perjuangan mahasiswa biasanya mudah dikenali.
"Sekarang orang yang dibayar tuh ada buzzer kan? Kemudian ada aktivis mahasiswa seperti yang terjadi di Jakarta di UBK itu. Tapi itu arus kecil, arus kecil dan mudah ketahuan juga kan?" tandasnya.
Dalam kesempatan ini Mahfud, mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terpecah oleh berbagai kelompok maupun organisasi tandingan.
"Sebaiknya mahasiswa tuh jangan mau di pecah-pecah, ada BEM tandingan, ada BEM ini BEM itu gitu. Pokoknya perjuangan aja secara objektif bahwa sekarang perlu perbaikan-perbaikan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan
-
FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
-
Kalimat 'Endasmu' dari Prabowo Muncul Usai Singgung Wartawan di Penas
-
Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah Imbas Rugi Terus
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti
-
Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135
-
Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo
-
Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo
-
Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare
-
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya