News / Nasional
Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:22 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat koordinasi mitigasi PHK massal bersama pemerintah di Jakarta pada 26/6/2026.
  • Pemerintah membentuk Satgas Mitigasi PHK untuk memetakan perusahaan rentan serta mencari solusi agar operasional tetap berjalan tanpa mengorbankan buruh.
  • Langkah strategis ini melibatkan sinergi lintas lembaga dan perwakilan serikat pekerja guna mencegah kenaikan angka pengangguran akibat kondisi ekonomi.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad gerak cepat menginisiasi rapat koordinasi tingkat tinggi, untuk membahas mitigasi potensi pemutusan hubungan kerja atau PHK massal.

Langkah ini diambil sebagai respons atas situasi ekonomi global dan domestik yang dinilai membutuhkan penanganan khusus terhadap perlindungan tenaga kerja.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Jumat (26/6/2026) tersebut, dihadiri oleh jajaran petinggi eksekutif dan legislatif.

Selain Dasco, hadir pula Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Kehadiran tokoh-tokoh buruh seperti Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menegaskan pemerintah serius dalam mendengar aspirasi langsung dari akar rumput.

Sinergi DPR dan Pemerintah Bentuk Satgas Mitigasi

Dalam konferensi pers seusai pertemuan tertutup tersebut, Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk mencegah terjadinya gejolak di sektor ketenagakerjaan.

DPR RI memandang, pencegahan PHK bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut stabilitas sosial masyarakat, terutama di kota-kota besar yang menjadi pusat industri.

"Kami rapat koordinasi tentang satgas mitigasi PHK. Ada Mensesneg selaku Ketua Satgas Mitigasi PHK, ada menaker, Presiden Serikat Pekerja Andi Gani dan desk Tenaga Kerja Polri dan Penasehat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal" kata Dasco.

Baca Juga: Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

Kehadiran Satgas Mitigasi PHK diharapkan dapat menjadi instrumen deteksi dini terhadap perusahaan-perusahaan yang tengah mengalami kesulitan finansial atau operasional, yang berujung pada pengurangan karyawan.

Dasco menambahkan, komunikasi transparan antara pemerintah, pengusaha, dan buruh menjadi kunci utama dalam melewati fase kritis ini.

Pemetaan Perusahaan: Menemukan Akar Masalah PHK

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang ditunjuk sebagai Ketua Satgas Mitigasi PHK, mengapresiasi inisiatif DPR RI dalam memfasilitasi diskusi krusial ini.

Menurutnya, pemerintah saat ini tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif melakukan pemetaan terhadap sektor-sektor yang paling rentan terdampak.

Langkah strategis yang disiapkan mencakup evaluasi terhadap kebijakan industri, ketersediaan insentif bagi perusahaan agar tetap mampu mempertahankan karyawannya, hingga program skilling dan reskilling jika PHK memang tidak dapat dihindari.

Load More