News / Nasional
Selasa, 23 Juni 2026 | 17:41 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di DPR, Selasa (9/6/2026).
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad akan menggelar rapat koordinasi mitigasi PHK bersama pemerintah pada Jumat mendatang.
  • Sebanyak 55 ribu pekerja di Bekasi terancam PHK akibat dampak kenaikan harga gas industri bagi perusahaan manufaktur.
  • Pimpinan DPR berkomitmen mencari solusi bersama Pertamina dan perwakilan buruh untuk mencegah meluasnya pemutusan hubungan kerja tersebut.

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera menggelar rapat koordinasi untuk memitigasi fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belakangan melanda sejumlah perusahaan.

Kepastian agenda rapat tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, usai mendengar langsung aspirasi buruh terkait ancaman PHK. Aspirasi tersebut disampaikan saat Dasco menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Menurut Dasco, persoalan PHK tidak terlepas dari dampak situasi global. Saat ini, DPR dan pemerintah tengah berupaya mencegah kondisi tersebut semakin meluas.

"Tetapi kemudian, dampak-dampak ke depan, kami dalam waktu dekat, Insyaallah, Jumat, kita akan mengadakan rapat koordinasi dengan para stakeholder termasuk satgas mitigasi PHK dari pihak pemerintah yang dibentuk untuk menangani hal-hal seperti itu," kata Dasco di The Acacia Hotel, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Sebelumnya, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rakernas KSPI, Dasco menelepon Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, terkait persoalan gas industri.

Sambungan telepon dilakukan sebagai respons atas penyampaian Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. Andi mengungkapkan bahwa 55 ribu pekerja dari sejumlah perusahaan di Bekasi terancam terkena PHK pada pekan depan akibat kenaikan harga gas industri.

"Dua pabrik anggota saya yang terbesar di Bekasi tutup, Bang. Itu Granito, sebentar lagi menyusul Milenium Keramik dan Mulia Keramik karena gas industri. Ini bahaya sekali. Dapat dipastikan Bang Dasco, minggu depan, maksimal sepuluh hari ke depan, 55.000 orang ter-PHK," kata Andi Gani.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (dpr.go.id)

Menurut Andi Gani, tidak menutup kemungkinan ancaman PHK juga akan dialami perusahaan lain yang selama ini proses produksinya bergantung pada pasokan gas industri.

Menanggapi aspirasi tersebut, Dasco kemudian menelepon Simon. Ia menanyakan langkah yang dapat diambil untuk mengatasi ancaman PHK akibat kenaikan harga gas industri.

Baca Juga: Sufmi Dasco Sebut Narasi Indonesia Runtuh Sengaja Digoreng: Padahal Ekonomi Kita Kuat

"Siap Pak Dasco, saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN dan dari kita tentunya komitmen kita agar supaya kita akan lakukan penyesuaian tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG. Kita tentunya lakukan yang terbaik Pak Dasco agar supaya segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang-yang sesuai," tutur Simon melalui sambungan telepon dengan Dasco.

Dasco menegaskan bahwa perlu ada solusi secepat mungkin mengingat ancaman PHK sudah berada di depan mata.

"Jadi begini Pak Simon, jadi dalam berapa hari ini ini sudah ada ancaman PHK. Jadi mungkin kita juga musti cari jalan keluar atau kemudian juga yang dalam waktu dekat PHK ini juga harus kita mitigasi bagaimana kemudian pabrik-pabrik ini sekitar 55.000 katanya yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan," kata Dasco.

"Nah mungkin kita bisa duduk sehari-dua hari ini juga dengan perwakilan dari teman-teman buruh satu-dua nanti mewakili supaya kita bisa cari jalan keluar ya," sambung Dasco.

Load More