News / Metropolitan
Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:23 WIB
Warga melintas di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Blok M Hub di Mal Blok M, Jakarta, Kamis (29/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta era Gubernur Pramono Anung mengembangkan konsep Transit Oriented Development di kawasan Blok M untuk menghidupkan kembali pusat keramaian.
  • Pembangunan stasiun MRT berhasil meningkatkan konektivitas transportasi dari berbagai penjuru Jakarta dan kota penyangga menuju kawasan Blok M.
  • Integrasi transportasi publik terbukti efektif membuat Blok M kembali menjadi kawasan yang dinamis, ramai, dan populer bagi masyarakat.

Suara.com - Kawasan Blok M yang sempat meredup kini kembali berdenyut sebagai salah satu pusat keramaian ibu kota berkat pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di era Gubernur Pramono Anung.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadiskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengungkapkan bahwa Blok M menyimpan kenangan masa mudanya sebagai salah satu kawasan gaul paling populer di Jakarta.

"Aku nongkrong di Blok M Plaza. Blok M Plaza zaman dulu tuh udah famous banget gitu, sama Blok M Mall. Jadi ada dua ya, Plaza sama Mall," kisahnya dalam sesi podcast Deeptalk di kantor Suara.com, dikutip Jumat (26/6/2026).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadiskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi. (Suara.com)

Namun, kejayaan Blok M sempat pudar di suatu masa hingga membuat Dewi, yang merupakan warga asli Jakarta, merasa kehilangan.

"Sempat sedih, waktu masa tertentu Blok M sempat hampir sepi ya. Aku merasa, 'Wah, dulu gue gaulnya di situ nih', tapi Blok M udah nggak bergerak lagi," ungkapnya.

Angin segar datang ketika Pemprov DKI Jakarta menjadikan Blok M sebagai salah satu titik pengembangan TOD sehingga kawasan ini kembali terhubung dengan berbagai penjuru kota, termasuk dari Bogor.

"Tapi akhirnya, di masa Pak Gubernur Pramono Anung, kemarin sempat membuat banyak aktivasi di mana ada Transit Oriented Development di Blok M. Sehingga kita bisa terkoneksi dari Bogor, dari berbagai lokasi, bisa ada mobilitas masuk ke Blok M. Sehingga Blok M-nya sekarang vibrant lagi, dinamis lagi, dan lebih keren lagi," papar Dewi.

Kehadiran stasiun MRT di kawasan Blok M turut menjadi katalis yang memperkuat daya tarik kawasan ini, sebagai destinasi yang mudah dijangkau dari berbagai penjuru Jakarta maupun kota penyangga.

Dewi merasa, Blok M hari ini bahkan melampaui kejayaannya di masa lalu yang ia kenang.

Baca Juga: Melalui QRIS Terintegrasi, OttoDigital Tingkatkan Efisiensi Merchant di Jakarta Fair

"Dan aku merasa, 'Wow, tempat gaulku lebih oke lagi yang sekarang'. Rasanya ramai banget sekarang, melebihi yang dulu malah," tuturnya.

Kebangkitan Blok M menjadi cerminan nyata bagaimana pendekatan TOD mampu menghidupkan kembali kawasan kota yang sempat mati suri, sekaligus membuktikan bahwa integrasi transportasi adalah kunci denyut nadi sebuah kota. 

Load More