- Diskominfotik DKI Jakarta membangun sistem digital untuk menyerap aspirasi warga secara real-time demi efektivitas program pemerintah.
- Pemerintah menggunakan kanal CRM, pemantauan media, dan analisis data layanan untuk menentukan kebijakan transportasi serta infrastruktur kota.
- Pemerintah menyediakan platform Jala Hoaks dan edukasi metode STOP untuk meminimalisir penyebaran informasi bohong di masyarakat Jakarta.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini tak hanya aktif menyebarkan informasi kepada warganya, tetapi juga membangun sistem digital untuk mendengarkan balik suara masyarakat secara real-time.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadiskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengungkapkan hal ini dalam sesi podcast Deeptalk di kantor Suara.com baru-baru ini.
Menurut Dewi, Diskominfotik mengemban dua peran sekaligus dalam ekosistem informasi ibu kota.
"Sebenarnya Diskominfotik ini punya PR dua ya. Selain menyampaikan pesan atau program ke masyarakat, tapi juga sebagai pemerintah mendengarkan, apa sih pesan masyarakat untuk pemerintahnya," paparnya, dikutip Jumat (26/6/2026).
Ia menyebut ada tiga kanal utama yang digunakan Pemprov DKI untuk menangkap aspirasi warga secara digital.
Kanal pertama adalah platform CRM (Cepat Respon Masyarakat) Jakarta, yang memungkinkan warga melaporkan masalah di sekitar mereka cukup lewat foto dan unggahan daring kapan saja dan di mana saja.
"Di situ nanti ternotifikasi, sehingga kami bisa mendengar, ada apa sih sebenarnya di setiap sudut Jakarta," kata Dewi.
Kanal kedua adalah social listening dan pemantauan media, di mana Diskominfotik menggunakan perangkat khusus untuk memindai percakapan publik di media massa maupun media daring sebagai bahan respons kebijakan.
Kanal ketiga adalah pemanfaatan data layanan pemerintah, misalnya pola pergerakan warga dari suatu titik kota, untuk menentukan kebutuhan transportasi dan infrastruktur di wilayah tertentu.
Baca Juga: Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
"Misalkan setiap hari starting dari titik di Jalan Kebon Jeruk katakanlah, nah itu biasanya kami bisa tahu melalui data-data seperti itu. Kalau makin banyak orang start dari titik itu, berarti perlu banyak mobilitas yang kami sediakan, perlu banyak transportasi umum lagi di area tersebut," jelas Dewi.
Di sisi lain, Diskominfotik juga menyediakan platform Jala Hoaks sebagai benteng penyaring informasi bohong yang kian deras di tengah masyarakat.
Dewi pun berbagi formula sederhana bagi warga untuk melawan hoaks secara mandiri, yakni metode STOP, singkatan dari Stop, Think, Observe, and Process.
"Sebenarnya paling penting bukan secepat-cepatnya nge-share ya, tapi sebaik mana kita bisa mengkurasi. Karena kalau kita nge-share, ya kita menjadi bagian dari hoaks ini makin banyak," ujarnya.
Seluruh sistem digital ini dijalankan bukan hanya oleh Pemprov, melainkan melibatkan jajaran hingga tingkat kelurahan demi menjangkau setiap lapisan masyarakat Jakarta.
Berita Terkait
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Melalui QRIS Terintegrasi, OttoDigital Tingkatkan Efisiensi Merchant di Jakarta Fair
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru
-
Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan