- Diskominfotik DKI Jakarta menggandeng konten kreator sebagai mitra strategis untuk menyampaikan informasi perkotaan secara lebih efektif dan luwes.
- Diskominfotik menyediakan platform Jala Hoaks untuk membantu masyarakat mengklarifikasi kebenaran informasi yang beredar di media digital setiap hari.
- Masyarakat diimbau menerapkan metode STOP sebelum membagikan informasi agar penyebaran berita bohong dapat terhenti di tingkat personal.
Suara.com - Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta merespons maraknya konten kreator yang memviralkan berbagai isu perkotaan di ibu kota.
Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan konten kreator merupakan mitra strategis dalam menyebarkan berbagai informasi tentang Jakarta kepada masyarakat luas.
Dewi menilai semakin banyak konten kreator yang membahas Jakarta justru menguntungkan pemerintah karena pesan yang disampaikan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
"Kami ngelihat konten kreator itu sebenarnya bukan sebagai konten kreator ya, tapi sebagai sumber informasinya kami juga dan masyarakat juga. Jadi kami makin banyak konten kreator sebenarnya makin senang," ujarnya dalam sesi podcast Deeptalk di kantor Suara.com, dikutip Jumat (26/6/2026).
Dewi menambahkan gaya komunikasi pemerintah kerap terasa kaku sehingga kehadiran konten kreator menjadi jembatan yang lebih efektif untuk menjangkau beragam lapisan masyarakat.
"Kalau ala-ala pemerintah ya kadang-kadang nyampaiinnya kan agak kaku, formal, terlalu bahasanya ala-ala government seperti itu. Tetapi pada saat masuk ke konten kreator atau teman-teman yang bergerak dalam kreatif ekonomi gitu ya, mereka itu punya pangsanya sendiri, punya follower sendiri yang pastinya suka. Mereka biasanya bicara dari POV yang berbeda, dari experience merasakan kota ini," paparnya.
Selain menggandeng konten kreator, Diskominfotik juga menghadapi tantangan maraknya hoaks yang beredar di tengah derasnya arus informasi digital setiap hari.
Dewi mengungkapkan pihaknya telah menyediakan platform bernama Jala Hoaks sebagai sarana bagi masyarakat untuk mengklarifikasi kebenaran suatu informasi sebelum menyebarkannya lebih luas.
Ia turut memperkenalkan metode sederhana bernama STOP, singkatan dari Stop, Think, Observe, and Process, sebagai panduan praktis bagi masyarakat dalam menyaring informasi sebelum membagikannya.
Baca Juga: Kedok Game Keluarga! Disney Timezone di Jakarta Ternyata Sarang Judi Beromzet Rp2,1 Miliar Sebulan
"S-nya Stop, kita jeda dulu habis baca jangan langsung share. Think-nya pikirin dulu ini kira-kira beritanya benar atau tidak dan double check. Observe, apakah ada di berita lain, ada yang lebih official di media massa lainnya yang bisa menjadi bagian memastikan bahwa ini berita bukan berita bohong atau hoaks. Baru kemudian kita bisa menentukan, kira-kira mau gue share lagi atau tidak nih," jelas Dewi.
Dewi menekankan kecepatan membagikan informasi bukanlah hal yang perlu dikejar apabila kebenarannya belum terverifikasi.
"Sebenarnya paling penting bukan secepat-cepatnya nge-share ya, tapi sebaik mana kita bisa mengkurasi. Kalau kita nge-share, ya kita menjadi bagian dari hoaks ini makin banyak," imbaunya.
Ia berharap masyarakat menjadikan verifikasi sebagai kebiasaan sehari-hari agar penyebaran hoaks berhenti di tangan mereka sendiri, bukan diteruskan kepada orang lain.
"Kalau berita hoaks, sebaiknya berhenti di tempat kita, di handphone kita," pungkas Dewi.
Berita Terkait
-
Kedok Game Keluarga! Disney Timezone di Jakarta Ternyata Sarang Judi Beromzet Rp2,1 Miliar Sebulan
-
TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu
-
Persija Jakarta Selangkah Lagi Rekrut Bek Bosnia, Kontrak 2 Tahun Sudah Disepakati
-
Shin Tae-yong Turun Langsung Cek Fasilitas Persija, Persiapan Macan Kemayoran Menuju Musim Baru
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar