Suara.com - Direktur Jenderal Imigrasi Indonesia Hendarsam Marantoko memimpin diskusi dalam forum The 21st DGICM + Australia Consultation yang berlangsung di Siem Reap, Kamboja. Pertemuan yang menjadi bagian dari rangkaian The 29th DGICM and Its Related Meetings ini dipimpin secara bersama (co-chair) oleh perwakilan Indonesia dan Australia, yang dalam hal ini dipimpin oleh Damien Kilner : First Assistant Secretary (Immigration) Department of Home Affairs Australia.
The 21st DGICM + Australia Consultation bertujuan memperkuat kerja sama keimigrasian antara negara-negara anggota ASEAN dan Australia, khususnya dalam pertukaran informasi, penguatan tata kelola keamanan perbatasan, serta penanganan kejahatan lintas negara.
Sebagai pembuka diskusi, Dirjen Imigrasi menekankan pentingnya sinergi negara-negara anggota ASEAN dengan Australia dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Forum ini kita harapkan dapat menjadi arah baru kemitraan ASEAN-Australia yang lebih solid dalam merespons dinamika perbatasan. Dengan membangun kepercayaan mutual dan keterbukaan informasi, kita sedang menyusun standardisasi operasional yang lebih tangguh di lini depan keimigrasian dan perbatasan,” ujar Hendarsam.
Dalam pertemuan tersebut, isu peningkatan fasilitasi perbatasan menjadi salah satu fokus utama. Saat ini, warga negara Indonesia (WNI) dan Brunei Darussalam telah mendapatkan kemudahan akses fasilitas SmartGate di Australia.
Di sisi lain, negara-negara anggota seperti Kamboja, Lao PDR, dan Filipina menyoroti peningkatan tantangan keamanan yang kian kompleks. Mulai dari migrasi tidak teratur (irregularbmigration), perdagangan orang (trafficking in persons), penyelundupan manusia, hingga maraknya modus penipuan daring (online scam) yang memerlukan koordinasi kawasan secara terintegrasi.
Menjawab tantangan digital tersebut, Singapura dan Australia menginisiasi area kerjasama baru melalui pemanfaatan data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini ditargetkan untuk modernisasi layanan keimigrasian serta penguatan kapasitas penyaringan (screening) di pintu perbatasan.
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan ASEAN-Australia Programme of Work periode 2026–2027 melalui berbagai program penguatan kapasitas regional. Mengenai hal ini, Hendarsam menjelaskan bahwa program kerja tersebut sangat relevan dengan dinamika kejahatan transnasional yang dihadapi kawasan saat ini.
"Kerja sama ASEAN-Australia penting untuk memperkuat kapasitas dan ketahanan kawasan dalam menghadapi perubahan pola migrasi, mobilitas tenaga kerja, kejahatan transnasional, penyelundupan manusia, perdagangan orang, dan penyalahgunaan kanal keimigrasian," jelasnya.
Baca Juga: Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026
Indonesia sendiri berkomitmen menyelenggarakan Cyber Resilience Programme pada Agustus 2026. Program ini menggunakan pendekatan train-the-trainer untuk memperkuat kesiapan petugas lini depan terhadap risiko kejahatan siber yang kerap terhubung dengan jaringan transnasional.
Selain Indonesia, program kerja strategis lainnya yang dipertahankan meliputi Border Control Agency Management Programme (BCAMP) di Vietnam, Investigative Interviewing Programme di Filipina, serta Document Examination and Facial Comparison Training di Malaysia.
Sebagai langkah strategis ke depan, Indonesia secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 22nd DGICM + Australia Consultation yang akan digelar di Bali pada tahun 2027 mendatang. Persiapan aspek logistik dan substansi akan dilakukan sejak dini guna mendorong berbagai agenda prioritas keimigrasian di tingkat regional.
Di akhir pertemuan, Hendarsam Marantoko menyampaikan komitmen kesiapan Indonesia sekaligus mengundang seluruh delegasi untuk hadir dalam pertemuan di Bali.
"Indonesia siap menjadi tuan rumah The 22nd DGICM + Australia Consultation di Bali pada 2027. Kami akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendorong agenda prioritas seperti secure information sharing, interoperabilitas data keimigrasian, ketahanan siber, data dan AI, perlindungan pekerja migran, serta kerja sama operasional melawan online scam dan kejahatan transnasional," tutup Dirjen Imigrasi.***
Berita Terkait
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo
-
Mendagri Tegaskan Penguatan Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Keberpihakan kepada Rakyat
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa