News / Nasional
Minggu, 28 Juni 2026 | 09:10 WIB
Sejumlah anggota tengah bekerja menyelesaikan Program Jembatan Merah Putih Presisi di Riau. (Ist)
Baca 10 detik
  • Polda Riau menyelesaikan pembangunan 110 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau pada Juni 2026.
  • Proyek infrastruktur ini dilaksanakan untuk memperkuat konektivitas wilayah terisolasi sesuai arahan Presiden RI dan Kapolri bagi masyarakat pedesaan.
  • Pembangunan jembatan bertujuan meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, serta ekonomi masyarakat sekaligus merayakan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.

Dalam proses eksekusinya, Polda Riau mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolairud, hingga personel dari polres jajaran. Para personel ini harus berhadapan dengan medan yang bervariasi, mulai dari kawasan pesisir yang rawan pasang surut, wilayah kepulauan, hingga daerah pedalaman yang sulit dijangkau kendaraan berat.

Jembatan ini membuka akses anak-anak menuju sekolah dengan lebih aman, memudahkan masyarakat menuju pelayanan kesehatan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta menggerakkan roda perekonomian desa. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian Polri kepada masyarakat,” katanya.

Simbol Gotong Royong dan Harapan Baru

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 adalah waktu yang paling tepat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Proyek Jembatan Merah Putih Presisi ini dipandang sebagai simbol kolaborasi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat setempat.

Kapolda mengungkapkan, sebagaimana Tahap Pertama yang diresmikan langsung oleh Kapolri, Polda Riau juga tengah mempersiapkan peresmian Tahap Kedua sebanyak 83 Jembatan Merah Putih Presisi yang direncanakan akan dilakukan juga oleh Kapolri dalam rangkaian kegiatan Riau Bhayangkara Run 2026.

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mengubah wajah ekonomi desa di Riau. Dengan adanya jembatan yang layak, biaya logistik hasil perkebunan dan pertanian dapat ditekan, sehingga pendapatan masyarakat meningkat.

Selain itu, aspek keselamatan menjadi prioritas, mengingat sebelumnya banyak warga yang harus melintasi sungai dengan sarana seadanya yang berisiko tinggi.

“Insyaallah, apabila tidak ada perubahan, Ini akan menjadi momentum yang sangat istimewa, karena masyarakat tidak hanya merasakan kemeriahan Hari Bhayangkara, tetapi juga menerima manfaat nyata berupa infrastruktur yang telah selesai dibangun,” ujarnya.

Baca Juga: Survei Terbaru 80,6% Publik Nilai Kinerja Polri Membaik, GIC Sebut Bukti Reformasi Nyata

Irjen Herry juga menitipkan pesan agar fasilitas yang telah dibangun dengan kerja keras ini dapat dijaga bersama. Keberlanjutan manfaat jembatan ini sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam merawatnya.

“Semoga seluruh jembatan ini menjadi warisan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena bagi kami, Hari Bhayangkara terbaik adalah ketika kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat,” kata Irjen Herry.

Load More