News / Nasional
Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:05 WIB
Ilustrasi Anggota Polri - Penerimaan Tamtama Polri (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Survei Litbang Kompas menunjukkan 80,6 persen responden menilai kinerja Polri di bawah Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah membaik.
  • Konsep Presisi menjadi fondasi transformasi institusi Polri yang berhasil mengubah persepsi publik menjadi mitra strategis dalam masyarakat.
  • Tingginya kepercayaan publik terhadap Polri menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas nasional serta memperkuat legitimasi dalam pemerintahan.

Suara.com - Koordinator Gerakan Indonesia Cerah (GIC), Febri Wahyuni Sabran, menilai hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan 80,6 persen responden menganggap kinerja Polri membaik sebagai sinyal kuat keberhasilan reformasi institusi tersebut.

Ia menyebut capaian itu mencerminkan perubahan nyata yang dirasakan publik.

Menurut Febri, peningkatan kepercayaan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga.

“Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit merupakan tulang punggung dalam menjaga stabilitas masyarakat dan negara,” ujarnya.

Ia menilai reformasi yang dilakukan Polri telah mengubah persepsi publik, dari sekadar institusi penegak hukum menjadi mitra strategis masyarakat.

Kepercayaan yang tumbuh secara organik dinilai membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Konsep Presisi yang diusung Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi fondasi utama transformasi tersebut.

Presisi—Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan—mendorong Polri menjadi institusi yang lebih proaktif, terbuka, dan berorientasi pada keadilan substantif.

Febri menilai hasil survei ini juga memiliki implikasi strategis bagi pemerintahan dan demokrasi.

Baca Juga: Boni Hargens Soal Hasil Survei Litbang Kompas: Wujud Konkret Kapolri Lakukan Reformasi Polri

Tingginya tingkat kepercayaan publik memberikan legitimasi sosial yang kuat bagi Polri dalam menjalankan tugasnya.

Dalam konteks pemerintahan Prabowo-Gibran, Polri yang dipercaya publik dinilai menjadi aset penting dalam menjaga stabilitas nasional.

Institusi kepolisian dapat berperan sebagai perekat sosial di tengah dinamika politik yang kerap memicu perbedaan tajam di masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah modal sosial yang harus dijaga dan diperkuat. Ini menjadi jembatan antara aparat keamanan dan masyarakat,” kata Febri.

Ia menegaskan, di tengah tantangan sosial-politik yang kompleks, peran Polri sebagai stabilisator dan pelindung demokrasi semakin krusial.

Karena itu, reformasi yang telah berjalan perlu terus dijaga agar kepercayaan publik tetap terpelihara.

Load More