- Survei Litbang Kompas menunjukkan 80,6 persen responden menilai kinerja Polri di bawah Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah membaik.
- Konsep Presisi menjadi fondasi transformasi institusi Polri yang berhasil mengubah persepsi publik menjadi mitra strategis dalam masyarakat.
- Tingginya kepercayaan publik terhadap Polri menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas nasional serta memperkuat legitimasi dalam pemerintahan.
Suara.com - Koordinator Gerakan Indonesia Cerah (GIC), Febri Wahyuni Sabran, menilai hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan 80,6 persen responden menganggap kinerja Polri membaik sebagai sinyal kuat keberhasilan reformasi institusi tersebut.
Ia menyebut capaian itu mencerminkan perubahan nyata yang dirasakan publik.
Menurut Febri, peningkatan kepercayaan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga.
“Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit merupakan tulang punggung dalam menjaga stabilitas masyarakat dan negara,” ujarnya.
Ia menilai reformasi yang dilakukan Polri telah mengubah persepsi publik, dari sekadar institusi penegak hukum menjadi mitra strategis masyarakat.
Kepercayaan yang tumbuh secara organik dinilai membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Konsep Presisi yang diusung Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi fondasi utama transformasi tersebut.
Presisi—Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan—mendorong Polri menjadi institusi yang lebih proaktif, terbuka, dan berorientasi pada keadilan substantif.
Febri menilai hasil survei ini juga memiliki implikasi strategis bagi pemerintahan dan demokrasi.
Baca Juga: Boni Hargens Soal Hasil Survei Litbang Kompas: Wujud Konkret Kapolri Lakukan Reformasi Polri
Tingginya tingkat kepercayaan publik memberikan legitimasi sosial yang kuat bagi Polri dalam menjalankan tugasnya.
Dalam konteks pemerintahan Prabowo-Gibran, Polri yang dipercaya publik dinilai menjadi aset penting dalam menjaga stabilitas nasional.
Institusi kepolisian dapat berperan sebagai perekat sosial di tengah dinamika politik yang kerap memicu perbedaan tajam di masyarakat.
“Kepercayaan publik adalah modal sosial yang harus dijaga dan diperkuat. Ini menjadi jembatan antara aparat keamanan dan masyarakat,” kata Febri.
Ia menegaskan, di tengah tantangan sosial-politik yang kompleks, peran Polri sebagai stabilisator dan pelindung demokrasi semakin krusial.
Karena itu, reformasi yang telah berjalan perlu terus dijaga agar kepercayaan publik tetap terpelihara.
Berita Terkait
-
Boni Hargens Soal Hasil Survei Litbang Kompas: Wujud Konkret Kapolri Lakukan Reformasi Polri
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Bareskrim Tetapkan 291 Tersangka dalam Kasus Judol Internasional di Hayam Wuruk
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno