- Lima peserta program Latsarmil SPPI meninggal dunia di berbagai lokasi pendidikan selama kurun waktu Juni 2026.
- Kementerian Pertahanan memperketat pengawasan kesehatan dan melakukan reformasi materi pelatihan akibat insiden fatal tersebut.
- Berbagai pihak mengkritik penggunaan pola militer bagi manajer koperasi dan menuntut keterlibatan instruktur profesional sipil.
3. Intruksi Menhan untuk Reformasi Materi Pelatihan
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan jajarannya untuk melakukan perombakan menyeluruh pada sistem pendidikan Latsarmil ini.
Selain penyesuaian porsi latihan fisik berdasarkan hasil skrining kesehatan terupdate, materi pembelajaran juga diubah agar tidak kehilangan esensi kedisiplinan namun tetap aman.
Materi diarahkan agar menjadi lebih edukatif, adaptif, serta ramah terhadap kondisi psikologis peserta melalui pendekatan pemecahan masalah (problem solving) dan kerja sama kelompok yang lebih menggembirakan.
4. Kritik Keras Pengamat Militer Terkait Ruang Sipil
Kebijakan memobilisasi sekitar 30.000 calon pengelola Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ke dalam barak militer memicu kritik tajam dari pengamat militer Jaleswari Pramodhawardhani.
Menurutnya, kompetensi manajerial usaha ekonomi kerakyatan semestinya dibina oleh instruktur non-militer agar tidak memicu gesekan sosial di ranah domestik sipil.
"Pertanyaan besar saya adalah mengapa kawan-kawan TNI ini, militer ini memasuki wilayah-wilayah, ruang-ruang sipil? Kalau untuk koperasi kenapa enggak diserahkan kepada masyarakat sipil?" ujar Jaleswari pasca-peluncuran sebuah buku biografi di Jakarta.
5. Sorotan Celios: Karakter Bisnis Bukan Baris-berbaris
Baca Juga: LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, ikut menyuarakan bahwa pembentukan mental kepemimpinan dan karakter tangguh untuk industri keuangan mikro sama sekali tidak perlu mengadopsi gaya militer.
Pola pendidikan manajer koperasi dinilai jauh lebih efektif jika dilewatkan melalui lembaga wirausaha, inkubator bisnis, atau institusi akademis yang berfokus pada tata kelola organisasi modern.
6. Penolakan Masif dari Koalisi Masyarakat Sipil
Penentangan keras secara kolektif disuarakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan yang beranggotakan Imparsial, KontraS, YLBHI, dan Amnesty International Indonesia.
Mereka menilai watak militer yang kaku dan bertumpu pada komando berjenjang sangat bertolak belakang dengan asas demokrasi koperasi yang mengutamakan pemikiran kritis, dialog, dan keputusan partisipatif.
"Kompetensi pengelola koperasi dibangun melalui penguasaan tata kelola organisasi, kepemimpinan partisipatif, akuntabilitas, literasi keuangan, dan pemberdayaan masyarakat, bukan melalui latihan militer," kata Ardi Manto Adiputra dari Imparsial.
Gabungan lembaga swadaya masyarakat ini mendesak pemerintah segera menyetop keterlibatan aparat TNI dalam program ekonomi ini karena dinilai berpotensi melanggar mandat tugas pokok dan fungsi pertahanan yang telah digariskan oleh undang-undang.
Berita Terkait
-
5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali