- Kemnaker menyiapkan anggaran Rp4,2 triliun untuk 150 ribu peserta Program MagangHub Angkatan II yang akan dimulai Agustus 2026.
- Program ini memberikan uang saku serta jaminan sosial bagi lulusan baru, profesional, dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.
- Pendaftaran peserta dibuka pada 15 hingga 28 Juli 2026 sebagai upaya pemerintah menekan angka pengangguran melalui penyerapan kerja.
Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan anggaran sebesar Rp4,2 triliun untuk Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai 150 ribu peserta, meningkat signifikan dibanding kuota Angkatan I yang berjumlah 100 ribu peserta.
Penambahan kuota dilakukan setelah program angkatan pertama mencatat tingkat penyerapan kerja yang tinggi. Sekitar 30–34 persen peserta langsung memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan.
Pemerintah pun memproyeksikan MagangHub sebagai salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru perguruan tinggi.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, selama mengikuti program magang, peserta akan menerima uang saku sebesar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan yang sepenuhnya ditanggung pemerintah, tanpa membebani perusahaan mitra.
"Dari 100 ribu peserta magang itu, setelah enam bulan, 30 persen di antaranya langsung bekerja. Artinya, program ini merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk langsung bekerja dan memperoleh penghasilan," kata Teddy dalam konferensi pers di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan evaluasi Kemnaker, tingkat penawaran kerja bagi peserta Angkatan I bahkan mencapai 34 persen sesaat setelah masa magang berakhir.
Pada Angkatan II, pemerintah juga memperluas cakupan peserta agar program semakin inklusif. Selain lulusan baru perguruan tinggi, MagangHub kini juga terbuka bagi kalangan profesional serta penyandang disabilitas.
"Ada tambahan juga. Jadi selain mahasiswa yang baru lulus S1, nanti ada juga peserta dari kalangan profesional, kemudian saudara-saudara kita penyandang disabilitas," ujar Teddy.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, keputusan menambah kuota menjadi 150 ribu peserta merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto setelah menerima laporan hasil evaluasi Angkatan I.
Baca Juga: Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional
"Hasil evaluasi angkatan pertama kami paparkan kepada Pak Presiden, dan beliau memutuskan untuk menambah kuotanya menjadi 150 ribu. Ini tentu kabar baik bagi adik-adik kita yang baru lulus," ujar Yassierli.
Jadwal Pendaftaran MagangHub Angkatan II
Pendaftaran peserta MagangHub Angkatan II akan dibuka pada 15–28 Juli 2026. Rekrutmen dibagi menjadi tiga gelombang dengan kuota masing-masing 50 ribu peserta.
"Kita mulai pendaftaran peserta pada 15 sampai 28 Juli 2026. Masih ada kesempatan sekitar dua minggu lagi," kata Yassierli.
Sebelum pendaftaran peserta dibuka, perusahaan mitra diberi kesempatan mendaftarkan lowongan magang melalui platform MagangHub hingga 15 Juli 2026.
Setiap perusahaan dapat membuka lowongan magang dengan jumlah maksimal 20 persen dari total karyawan yang dimiliki. Adapun program magang dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus 2026.
Sebagai informasi, Program Pemagangan Nasional pertama kali diluncurkan pada Oktober 2025 dengan melibatkan lebih dari 8.000 perusahaan mitra, serta berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.
Selama mengikuti program, seluruh peserta juga akan memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, meliputi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Iuran perlindungan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali