- Kemnaker menghubungi seratus lulusan perguruan tinggi penyandang disabilitas untuk mengikuti Program Pemagangan Nasional guna memastikan akses kerja setara.
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan langkah proaktif ini dilakukan untuk merangkul penyandang disabilitas tanpa harus menunggu mereka mendaftar mandiri.
- Program yang diinisiasi sejak Oktober tahun lalu ini menyediakan kuota khusus disabilitas agar mereka mendapatkan kesempatan kerja inklusif.
Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan langkah jemput bola dengan menghubungi langsung sekitar 100 lulusan perguruan tinggi penyandang disabilitas satu per satu untuk diajak bergabung dalam Program Pemagangan Nasional Angkatan I.
Langkah afirmatif ini diambil demi memastikan akses setara bagi seluruh pencari kerja.
Saat ditemui dalam acara penutupan batch ketiga program pemagangan di kantor Kemnaker pada Kamis (18/6/2026), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan komitmennya untuk merangkul kelompok difabel secara langsung tanpa menunggu mereka mendaftar.
"Jadi terkait dengan peserta difabel, yang kita kemarin kita melakukan afirmatif. Kita datangi dan kita cari data dari kementerian di Kisnet, mana yang difabel dan seterusnya. Kemudian kita kontak, waktu itu saya masih ingat ada sekitar 100-an ya, 100-an kita kontak satu per satu," kata Yassierli.
Ia menceritakan bahwa respons dari para lulusan difabel tersebut sangat beragam. Ada yang menolak karena sudah mendapat pekerjaan, ada pula yang masih ragu terhadap skema magang yang ditawarkan.
"Sebagian dari mereka ada yang sudah bekerja, sebagian dari mereka ada yang tidak tertarik ya, mungkin karena belum familiar ini magang nanti bagaimana dengan mereka. Dan sebagian dari mereka bahkan tidak menganggap dirinya difabel, dan sebagian ada yang kemudian memang kita afirmatif untuk bisa ikut program magang," jelasnya.
Program Pemagangan Nasional yang diinisiasi sejak Oktober tahun lalu ini memang dirancang ramah inklusi. Kemnaker bahkan mengalokasikan kuota khusus bagi penyandang disabilitas dan mempekerjakan sebagian di antaranya di lingkungan internal kementerian sendiri.
"Bahkan kita juga pada angkatan satu kemarin kita juga sudah berusaha untuk memberikan kuota khusus untuk disabilitas... kita ingin kesempatan itu juga dimiliki oleh adik-adik lulusan perguruan tinggi dari yang difabel ya, disabilitas. Di Kemnaker sendiri kita punya beberapa ya peserta magang yang difabel," pungkasnya.
Baca Juga: Banyak yang Tergiur Gaji Jakarta Rp5,7 Juta, Menaker Evaluasi Sebaran Peserta Magang Nasional
Berita Terkait
-
Banyak yang Tergiur Gaji Jakarta Rp5,7 Juta, Menaker Evaluasi Sebaran Peserta Magang Nasional
-
KPK Pilih 'Rem Darurat', Serahkan Pengusutan Korupsi Makan Bergizi Gratis ke Kejaksaan Agung
-
Gaji Tembus Rp5,7 Juta! Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya bagi Warga Jakarta
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui
-
DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh
-
KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan
-
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
-
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda
-
PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B
-
Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni
-
Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh
-
Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi