News / Nasional
Senin, 29 Juni 2026 | 17:14 WIB
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro (tengah). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menegaskan perguruan tinggi memiliki kebebasan akademik untuk mengembangkan gagasan, inovasi, dan ilmu pengetahuan bagi kemajuan bangsa.
  • Wamen Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyatakan kebebasan kampus harus berbasis nilai akademik yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
  • Presiden mendorong sinergi antara pemerintah dan akademisi untuk merumuskan kebijakan pembangunan nasional berdasarkan riset serta solusi ilmu pengetahuan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki kebebasan akademik untuk mengembangkan berbagai gagasan demi kemajuan ilmu pengetahuan, bukan kebebasan lain. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataan tersebut.

Juri mengatakan, pernyataan tersebut kerap disampai Presiden. Ia berujar bahwa Prabowo selalu menyampaikan bahwa kampus memang memiliki kebebasan akademik.

"Dan semua orang juga tahu tidak perlu dibantah dan Presiden sangat paham dan menghargai kebebasan akademik di kampus. Oleh karena itu, penekanannya adalah kebebasan akademik," kata Juri di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Juri menegaskan sepanjang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik maka kebebasan di kampus adalah hal yang sah dan diperbolehkan.

"Nah masalahnya adalah apakah kebebasan-kebebasan yang dipergunakan oleh banyak kalangan di kampus mencerminkan kebebasan akademik atau di luar hal-hal yang sama sekali tidak berdasarkan pada nilai-nilai akademik. Nah itu yang menjadi catatan," kata Juri.

Sebelumnya, Prabowo mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk mengambil peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi dalam menghadapi perubahan dunia yang dipengaruhi oleh kemajuan sains dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Prabowo menilai kampus harus menjadi ruang yang aktif dalam mengembangkan pemikiran, penelitian, serta inovasi yang mampu menjawab tantangan bangsa.

Ia menyebut perguruan tinggi memiliki kebebasan akademik untuk mengembangkan berbagai gagasan demi kemajuan ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!

“Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu, adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi. Di situlah disebut bahwa kampus punya academic freedom, kebebasan akademis,” kata Prabowo, Minggu (28/6/2026).

Prabowo mendorong perguruan tinggi agar terus berperan aktif dalam mengembangkan sains dan teknologi yang berdampak nyata bagi rakyat.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan institusi pendidikan harus selalu berorientasi pada kontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu, yang membiayai semua lembaga pendidikan,” ujar Prabowo.

Prabowo menekankan pentingnya hubungan yang erat antara pemerintah dengan kalangan akademisi dalam menyusun kebijakan yang tepat bagi pembangunan nasional.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual yang sangat penting dalam memberikan masukan, gagasan, dan solusi berbasis pengetahuan.

“Kalau perlu tiap bulan kita ketemu. Benar, saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar,” kata Prabowo.

Load More