- Lukas Luwarso menyoroti keterlibatan sejumlah tokoh bermasalah hukum dalam acara pemberian gelar adat Jokowi di Lampung.
- Jokowi disebut sebagai pengatur utama acara yang memicu polemik karena prosesi menginjak kepala kerbau saat kunjungan.
- Safari politik Jokowi di Lampung dinilai gagal serta berpotensi memicu penolakan masyarakat di wilayah lainnya nanti.
Suara.com - Tim Bongkar Ijazah Jokowi (BON JOWI), Lukas Luwarso, menilai polemik kunjungan mantan Presiden Joko Widodo ke Lampung tidak berhenti pada aksi menginjak kepala kerbau.
Menurutnya, perhatian juga perlu diarahkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Hal itu disampaikan Lukas dalam podcast Madilog Forum Keadilan yang tayang pada Selasa (30/6/2026). Ia mengaku menemukan persoalan lain setelah menelusuri sosok-sosok yang hadir mendampingi Jokowi dalam prosesi pemberian gelar adat.
"Yang paling fatal adalah panitia lokal itu ternyata hampir semua, atau sebagian besar tokoh-tokoh yang foto bareng Jokowi itu orang-orang bermasalah. Bermasalah secara hukum dan bermasalah secara politis," kata Lukas.
Ia kemudian menyebut sejumlah nama yang menurutnya hadir dalam foto bersama Jokowi, mulai dari Bustami Zainudin, Andi Achmad hingga Abdurahman Sarbini. Lukas mengaitkan nama-nama tersebut dengan berbagai persoalan hukum yang pernah mencuat.
"Ada Bustami Zainudin yang dikenal sebagai mafia tanah. Kemudian Andi Achmad, dihukum 12 tahun karena korupsi APBD senilai Rp28 miliar. Lalu ada Abdurahman Sarbini yang korupsi pengadaan kapal cepat Rp2,8 miliar, korupsi Gedung Islamic Center Rp17 miliar, korupsi pengadaan makan minum PNS Rp2,5 miliar," bebernya.
Menurut Lukas, keterlibatan tokoh-tokoh tersebut membuat penyelenggaraan acara adat di Lampung menuai tanda tanya. Ia bahkan menilai penyelenggara lokal hanya dijadikan bagian dari proyek politik.
"Panitianya adalah Jokowi. Dia yang mengatur detail-detailnya, termasuk detail yang menodai tata adat itu, yaitu menginjak kepala kerbau," ucapnya.
Belakangan, kunjungan Jokowi ke Lampung memang menjadi sorotan setelah foto dirinya menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat beredar luas di media sosial.
Baca Juga: Kejari Jaksel Sebut Gugatan Roy Suryo Salah Sasaran: Urusan Penangkapan Itu Domain Polisi!
Momen itu memicu kritik dari sejumlah pihak, termasuk sebagian masyarakat Lampung yang mempertanyakan prosesi tersebut.
Lukas menilai polemik itu bisa menjadi awal penolakan terhadap agenda safari politik Jokowi yang disebut akan berkeliling ke berbagai daerah.
Ia juga menilai kunjungan perdana di Lampung tidak memberikan hasil sesuai harapan. Menurutnya, berbagai persoalan justru bermunculan setelah acara berlangsung.
"Saya duga nanti akan diikuti daerah-daerah lain kalau Jokowi jadi melanjutkan. Image Jokowi sekarang sudah sangat buruk. Mereka akan malu kalau daerahnya seolah-olah masih menjadi pendukung atau pemuja Jokowi," katanya.
"Safari politiknya tidak terlalu sukses. Liputan yang muncul justru banyak melihat aspek kegagalannya, ada demo dan sebagainya. Dia pulang dari Lampung juga tidak menunjukkan orang yang happy dari hasil acara itu," tambah Lukas.
Karena itu, ia memperkirakan penyelenggara akan mengevaluasi pola safari politik tersebut sebelum melanjutkannya ke daerah lain.
"Jokowi akan mengkalkulasi berapa dana yang sudah saya keluarkan, hasilnya berapa, massanya tidak terlalu banyak. Kemudian harus di-create apa lagi supaya tidak gagal seperti di Lampung ini," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul