- Seorang mahasiswa Psikologi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta menjalani pembinaan kampus akibat dugaan pelanggaran norma serta aturan universitas.
- Pelanggaran mencakup penggunaan busana perempuan, akses kamar mandi mahasiswi, hingga menginap di indekos lawan jenis yang viral.
- Pihak kampus berkomitmen melakukan evaluasi kebijakan dan penguatan sistem pembinaan guna menciptakan lingkungan akademik yang kondusif.
Suara.com - Seorang mahasiswa Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menjalani pembinaan dari pihak kampus setelah diduga melanggar tata tertib dan sejumlah norma yang berlaku. Dalam hal ini mahasiswa yang bersangkutan disebut mengenakan busana perempuan saat berada di lingkungan kampus.
Mahasiswa aktif yang diketahui berasal dari Program Studi Sarjana Psikologi tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik setelah unggahan mengenai dirinya viral di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram Majelis Kocak Unisa (@mkc.unisa).
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa telah muncul laporan sekaligus keresahan di lingkungan kampus terkait dugaan pelanggaran norma agama, norma sosial, dan kode etik universitas yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.
Unggahan itu turut mengkritik pihak kampus yang dinilai lalai hingga dianggap melakukan pembiaran terhadap mahasiswa tersebut.
Sebab aksi oknum mahasiswa itu disebut tak hanya mengenakan pakaian perempuan. Namun turut masuk ke kamar mandi mahasiswi, serta menginap di indekos lawan jenis.
Unggahan tersebut menyoroti bahwa seharusnya kondisi tersebut tidak terjadi di perguruan tinggi Islam yang berada di bawah naungan Persyarikatan 'Aisyiyah dan Muhammadiyah.
Menurut unggahan tersebut, sikap yang dianggap sebagai pembiaran dari birokrasi kampus menjadi tamparan bagi slogan "Kampus Islam Berkemajuan". Pasalnya kampus dinilai mengorbankan rasa aman, privasi mahasiswi, serta nilai-nilai syariat Islam.
Kekecewaan bertambah lantaran mendapati seorang dosen yang disebut sempat membuat konten bersama oknum mahasiswa yang bersangkutan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III Unisa, Mufdlilah, menyampaikan bahwa pihak kampus telah mengetahui kasus tersebut dan sedang menanganinya. Mahasiswa yang bersangkutan saat ini menjalani proses pembinaan sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Juga: Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
"UNISA juga akan terus melakukan penguatan sistem pembinaan kemahasiswaan, sosialisasi tata tertib, penguatan karakter, serta evaluasi kebijakan guna memastikan terciptanya lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika," kata Mufdlilah dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (1/7/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Mufdlilah mengimbau seluruh pihak untuk menyikapi informasi secara bijak dengan mengedepankan tabayyun. Termasuk untuk menghindari penyebaran identitas pribadi maupun tindakan perundungan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
"Sebagai institusi pendidikan, UNISA Yogyakarta meyakini bahwa penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap martabat manusia, etika, dan prinsip pendidikan yang berkeadaban," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum
-
Transportasi Jerman Lumpuh Akibat Gelombang Panas, Jalan Tol Retak-retak
-
Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara
-
Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas
-
Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi
-
Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz
-
Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri ke KPK
-
Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang
-
Israel Siap Bom Iran Lagi di Tengah Usaha AS Berdamai
-
Mengapa Eropa Lebih Panas dari Timur Tengah? Suhu di Paris Lampaui Mekkah