News / Nasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 08:20 WIB
Ilustrasi: Toilet mahasiswi. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Seorang mahasiswa Psikologi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta menjalani pembinaan kampus akibat dugaan pelanggaran norma serta aturan universitas.
  • Pelanggaran mencakup penggunaan busana perempuan, akses kamar mandi mahasiswi, hingga menginap di indekos lawan jenis yang viral.
  • Pihak kampus berkomitmen melakukan evaluasi kebijakan dan penguatan sistem pembinaan guna menciptakan lingkungan akademik yang kondusif.

Suara.com - Seorang mahasiswa Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menjalani pembinaan dari pihak kampus setelah diduga melanggar tata tertib dan sejumlah norma yang berlaku. Dalam hal ini mahasiswa yang bersangkutan disebut mengenakan busana perempuan saat berada di lingkungan kampus.

Mahasiswa aktif yang diketahui berasal dari Program Studi Sarjana Psikologi tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik setelah unggahan mengenai dirinya viral di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram Majelis Kocak Unisa (@mkc.unisa).

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa telah muncul laporan sekaligus keresahan di lingkungan kampus terkait dugaan pelanggaran norma agama, norma sosial, dan kode etik universitas yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.

Unggahan itu turut mengkritik pihak kampus yang dinilai lalai hingga dianggap melakukan pembiaran terhadap mahasiswa tersebut. 

Sebab aksi oknum mahasiswa itu disebut tak hanya mengenakan pakaian perempuan. Namun turut masuk ke kamar mandi mahasiswi, serta menginap di indekos lawan jenis.

Unggahan tersebut menyoroti bahwa seharusnya kondisi tersebut tidak terjadi di perguruan tinggi Islam yang berada di bawah naungan Persyarikatan 'Aisyiyah dan Muhammadiyah.

Menurut unggahan tersebut, sikap yang dianggap sebagai pembiaran dari birokrasi kampus menjadi tamparan bagi slogan "Kampus Islam Berkemajuan". Pasalnya kampus dinilai mengorbankan rasa aman, privasi mahasiswi, serta nilai-nilai syariat Islam.

Kekecewaan bertambah lantaran mendapati seorang dosen yang disebut sempat membuat konten bersama oknum mahasiswa yang bersangkutan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III Unisa, Mufdlilah, menyampaikan bahwa pihak kampus telah mengetahui kasus tersebut dan sedang menanganinya. Mahasiswa yang bersangkutan saat ini menjalani proses pembinaan sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca Juga: Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

"UNISA juga akan terus melakukan penguatan sistem pembinaan kemahasiswaan, sosialisasi tata tertib, penguatan karakter, serta evaluasi kebijakan guna memastikan terciptanya lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika," kata Mufdlilah dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (1/7/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Mufdlilah mengimbau seluruh pihak untuk menyikapi informasi secara bijak dengan mengedepankan tabayyun. Termasuk untuk menghindari penyebaran identitas pribadi maupun tindakan perundungan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

"Sebagai institusi pendidikan, UNISA Yogyakarta meyakini bahwa penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap martabat manusia, etika, dan prinsip pendidikan yang berkeadaban," tandasnya.

Load More