- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merencanakan penataan kawasan Pasar Baru agar menyerupai destinasi wisata belanja Myeongdong.
- Transformasi ini akan dilakukan seiring dengan perpanjangan jalur MRT Jakarta hingga menuju ke kawasan Kota Tua.
- Kemudahan akses transportasi diharapkan mampu menjadikan Pasar Baru sebagai salah satu tonggak ekonomi baru Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana besar penataan kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Rencana tersebut disampaikan Pramono dalam diskusi Investor Daily Round Table di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, transformasi Pasar Baru akan berjalan beriringan dengan perpanjangan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) dari arah selatan hingga Kota Tua.
"Apa yang akan kami lakukan kalau kemudian MRT dari selatan itu sampai ke Kota Tua? Maka banyak TOD (Transit-Oriented Development) yang akan berkembang. Salah satunya adalah Pasar Baru," ujar Pramono.
Eks Sekretaris Kabinet ini membayangkan, sepanjang jalan di kawasan Pasar Baru nantinya akan dipenuhi restoran dengan akses yang lebih mudah bagi pengunjung, agar menyerupai kawasan wisata belanja Myeongdong di Korea Selatan.
"Saya membayangkan Pasar Baru itu akan menjadi seperti Myeongdong. Nanti di sepanjang jalan, kami buka untuk restoran, kami permudah akses ke sana," tuturnya.
Pramono berkeyakinan, kondisi Pasar Baru saat ini belum bisa berkembang seperti kawasan Blok M karena minimnya akses transportasi menuju lokasi tersebut.
"Aksesnya tidak ada. Jadi, yang namanya Blok M itu bisa berkembang karena aksesnya gampang," kata dia.
Kemudahan akses transportasi ke Pasar Baru di masa depan, menurut Pramono, akan mendorong kawasan itu, bersama Glodok Pancoran dan Kota Tua, untuk menjadi tonggak baru Jakarta.
Baca Juga: Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan
"Kalau sudah gampang diakses dari mana saja, saya yakin Pasar Baru pasti akan berkembang. Pasar Baru, Glodok Pancoran, dan Kota Tua adalah tiga tempat yang akan menjadi milestone baru Jakarta di masa depan," tutur politisi PDIP itu.
Meski digadang sejajar, Pramono menegaskan ketiga kawasan tersebut akan memiliki segmentasi pasar yang berbeda satu sama lain.
"Memang ada yang membedakan. Kota Tua nanti akan menjadi benar-benar kawasan middle-up karena memang tempatnya adalah heritage. Sedangkan di Pasar Baru adalah kelas middle, mungkin middle-low. Di Blok M tetap seperti sekarang," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
Terkini
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
Kenapa Pakai Cushion Malah Beruntusan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai
-
Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7
-
Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT
-
Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar