-
Malaysia menurunkan harga BBM non-subsidi jenis RON97, RON95, dan solar sebesar 10 sen.
-
Penyesuaian tarif otomatis ini dipicu oleh penurunan harga minyak mentah di pasar internasional.
-
Pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat dari inflasi.
Suara.com - Pemerintah Malaysia memangkas harga jual eceran komoditas bahan bakar minyak non-subsidi untuk jenis RON 95 ke atas dan juga solar di seluruh negeri. Kebijakan strategis ini langsung merespons tren penurunan harga minyak mentah di pasar internasional sepanjang pekan lalu.
Langkah penurunan tarif ini sengaja diumumkan lebih awal agar selaras dengan dimulainya program insentif Budi Madani Diesel. Melalui skema tersebut, otoritas keuangan berupaya menjaga stabilitas fiskal sekaligus mengamankan daya beli masyarakat kelas bawah.
Pihak Kementerian Keuangan Malaysia menegaskan bahwa penyesuaian berkala ini berjalan secara otomatis mengikuti pergerakan grafik pasar global. Redanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperlancar arus distribusi pasokan energi dunia.
Dengan berlakunya aturan baru ini, varian RON97 kini menyentuh angka RM4,00 per liter di SPBU. Sementara itu, untuk produk RON95 komersial mengalami penyusutan nilai jual menjadi RM3,37 per liter.
Adapun bahan bakar solar tanpa subsidi sekarang dibanderol sebesar RM 3,97 untuk setiap liternya. Seluruh rumpun energi non-subsidi tersebut kompak mengalami penurunan sebesar 10 sen atau setara dengan Rp438 per liter.
Dikutip dari NST, pemberlakuan tarif baru yang dijadwalkan dari tanggal 1 hingga 8 Juli 2026 ini memanfaatkan momentum membaiknya suplai minyak dunia. Pasar global perlahan mulai pulih setelah sempat tertekan akibat konflik bersenjata sejak akhir Februari silam.
Negosiasi diplomatik yang berjalan positif membawa optimisme baru bagi kelancaran rantai pasok komoditas global. Situasi tersebut meredam kecemasan para pelaku industri terhadap potensi kelangkaan stok energi internasional.
Kendati demikian, pihak berwenang mengingatkan bahwa situasi pasar minyak bumi saat ini belum sepenuhnya normal. Risiko lonjakan biaya logistik serta gangguan keamanan jalur distribusi sewaktu-waktu masih mengintai.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tetap bijak dalam mengonsumsi energi untuk keperluan sehari-hari. Manajemen perjalanan yang efektif dinilai mampu menekan ketergantungan publik sekaligus meringankan beban anggaran negara.
Baca Juga: Saat Negara Kehilangan 'Koordinat', Warga Kehilangan Ruang Hidup
Otoritas terkait juga menjamin bahwa cadangan BBM domestik berada dalam status yang sangat aman. Langkah penghematan tetap diperlukan guna memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Di sisi lain, pemerintah memutuskan untuk tidak mengubah harga jual bagi kategori bahan bakar bersubsidi. Komoditas esensial tersebut dipastikan tetap mengacu pada harga eceran yang berlaku sebelumnya.
Varian RON95 dalam program Budi95 bertahan pada nominal RM1,99 per liter demi melindungi konsumen rentan. Sedangkan harga solar subsidi untuk skema Budi Diesel dipatok ajek senilai RM2,10 per liter.
Untuk pengguna fasilitas Subsidised Petrol Control System, tarif yang ditetapkan adalah RM2,05 per liter. Sementara itu, pengguna Subsidised Diesel Control System tetap membayar sebesar RM2,15 per liter.
Mulai awal bulan ini, warga negara yang memenuhi kualifikasi dapat memanfaatkan sistem verifikasi MyKad di SPBU. Integrasi data ini mempermudah penyaluran solar bersubsidi agar lebih tepat saran bagi yang berhak.
Melalui kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, jajaran eksekutif berkomitmen penuh menerapkan kebijakan fiskal yang terukur. Strategi mitigasi ini dirancang agar masyarakat terhindar dari guncangan inflasi sektor energi global.
Sebelum kebijakan ini diketuk, fluktuasi harga komoditas energi dunia mengalami ketidakpastian yang sangat tinggi akibat konflik geopolitik. Ketegangan antara Washington dan Teheran sempat memicu lonjakan harga minyak mentah ke level tertinggi tahun ini.
Kondisi tersebut memaksa banyak negara pengekspor maupun pengimpor minyak untuk merombak strategi anggaran mereka. Malaysia menggunakan Automatic Pricing Mechanism guna mengantisipasi gejolak eksternal secara fleksibel tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9