News / Internasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB
ilustrasi penggunaan Tiktok.(unsplash/Solen Feyissa)
Baca 10 detik
  • TikTok memangkas sekitar 300 tenaga kerja di divisi Trust and Safety kantor Irlandia.

  • Restrukturisasi dilakukan demi mengalihkan fokus ke posisi spesialis berbasis inovasi teknologi terbaru.

  • Pemerintah Irlandia mengkhawatirkan dampak disrupsi kecerdasan buatan terhadap ketidakpastian pasar tenaga kerja.

Suara.com - Otomatisasi teknologi dan kecerdasan buatan mulai menggeser posisi pekerja manusia di industri digital global. Langkah efisiensi radikal kini diambil oleh manajemen TikTok dengan memangkas ratusan posisi penting di lini operasional mereka.

Keputusan pahit ini memaksa platform media sosial raksasa tersebut mereduksi sekitar 300 lapangan pekerjaan di kantor regional Irlandia. Kebijakan pengurangan staf dilakukan sebagai bagian dari perombakan besar-besaran pada divisi Kepercayaan dan Keamanan (Trust and Safety) mereka.

Manajemen berdalih langkah ini menjadi strategi adaptasi agar perusahaan tetap lincah di tengah persaingan teknologi yang ketat. Pemutusan hubungan kerja tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai masa depan tenaga kerja manusia di sektor digital.

Ilustrasi TikTok (Unsplash/Nik)

Seorang juru bicara TikTok menjelaskan bahwa penataan ulang struktur organisasi ini sengaja dirancang untuk memperkokoh sistem operasional global perusahaan. Komitmen tersebut disampaikan langsung kepada lembaga penyiaran publik RTE pada hari Rabu waktu setempat.

“Kami sedang menjajaki reorganisasi untuk memperkuat model operasi global kami untuk Kepercayaan dan Keamanan (Trust and Safety), termasuk proposal untuk mengembangkan cara kami bekerja guna memastikan tim tetap terukur dan tangkas, penciptaan ratusan peran spesialis baru di sini di Dublin dan peluang penempatan kembali, serta memajukan keamanan platform melalui inovasi teknologi terbaru,” ujar juru bicara tersebut, dikutip dari Anadolu, Kamis (2/7/2026).

Proses konsultasi kolektif bersama seluruh staf yang terdampak saat ini masih berjalan secara intensif. Pihak manajemen belum bersedia membeberkan angka pasti mengenai total kerugian finansial maupun rincian eliminasi jabatan individual.

Transformasi internal ini dipastikan bakal mengalihkan sumber daya manusia dari tugas-tugas konvensional di lini depan. Perusahaan kini lebih memilih untuk memprioritaskan posisi spesialis yang membutuhkan keahlian analisis tingkat tinggi.

Gejolak ketenagakerjaan di lingkungan TikTok ternyata tidak hanya melanda pasar Irlandia semata. Restrukturisasi serupa dilaporkan tengah bergulir dan berpotensi mengancam stabilitas operasional di beberapa wilayah negara lain.

Menteri Pengeluaran Publik Irlandia, Jack Chambers, langsung merespons situasi darurat ini dengan nada penuh kewaspadaan. Kehilangan pekerjaan dalam skala besar di sektor teknologi dinilai akan memperburuk stabilitas ekonomi nasional mereka.

Baca Juga: Apple Lobi AS agar Bisa Pakai Chip RAM China, Harga DRAM Samsung Naik 100% Picu Ancaman Pasokan

Beliau menekankan bahwa kehadiran kecerdasan buatan membawa ketidakpastian yang nyata bagi kelangsungan hidup para pekerja urban. Situasi ini menjadi alarm keras bagi pasar tenaga kerja yang terus digempur inovasi digital.

“Ini benar-benar menunjukkan ketidakpastian yang dihadapi perekonomian kita dalam konteks efek disrupsi AI di dalam pasar tenaga kerja khususnya,” kata Chambers tegas.

Saat ini TikTok memiliki basis operasional yang cukup kuat dengan mempekerjakan lebih dari 2.000 karyawan di Irlandia. Kantor Dublin selama ini menjadi pusat krusial untuk menyaring konten berbahaya dan menjaga ekosistem digital mereka.

Namun, peralihan global menuju efisiensi berbasis kecerdasan buatan memaksa banyak perusahaan raksasa mengubah arah kebijakan korporasi. Pengurangan bersih sebanyak 300 staf di Irlandia menjadi bukti nyata bagaimana korporasi besar mulai memangkas ketergantungan pada tenaga kerja manusia tradisional.

Load More