-
TikTok memangkas sekitar 300 tenaga kerja di divisi Trust and Safety kantor Irlandia.
-
Restrukturisasi dilakukan demi mengalihkan fokus ke posisi spesialis berbasis inovasi teknologi terbaru.
-
Pemerintah Irlandia mengkhawatirkan dampak disrupsi kecerdasan buatan terhadap ketidakpastian pasar tenaga kerja.
Suara.com - Otomatisasi teknologi dan kecerdasan buatan mulai menggeser posisi pekerja manusia di industri digital global. Langkah efisiensi radikal kini diambil oleh manajemen TikTok dengan memangkas ratusan posisi penting di lini operasional mereka.
Keputusan pahit ini memaksa platform media sosial raksasa tersebut mereduksi sekitar 300 lapangan pekerjaan di kantor regional Irlandia. Kebijakan pengurangan staf dilakukan sebagai bagian dari perombakan besar-besaran pada divisi Kepercayaan dan Keamanan (Trust and Safety) mereka.
Manajemen berdalih langkah ini menjadi strategi adaptasi agar perusahaan tetap lincah di tengah persaingan teknologi yang ketat. Pemutusan hubungan kerja tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai masa depan tenaga kerja manusia di sektor digital.
Seorang juru bicara TikTok menjelaskan bahwa penataan ulang struktur organisasi ini sengaja dirancang untuk memperkokoh sistem operasional global perusahaan. Komitmen tersebut disampaikan langsung kepada lembaga penyiaran publik RTE pada hari Rabu waktu setempat.
“Kami sedang menjajaki reorganisasi untuk memperkuat model operasi global kami untuk Kepercayaan dan Keamanan (Trust and Safety), termasuk proposal untuk mengembangkan cara kami bekerja guna memastikan tim tetap terukur dan tangkas, penciptaan ratusan peran spesialis baru di sini di Dublin dan peluang penempatan kembali, serta memajukan keamanan platform melalui inovasi teknologi terbaru,” ujar juru bicara tersebut, dikutip dari Anadolu, Kamis (2/7/2026).
Proses konsultasi kolektif bersama seluruh staf yang terdampak saat ini masih berjalan secara intensif. Pihak manajemen belum bersedia membeberkan angka pasti mengenai total kerugian finansial maupun rincian eliminasi jabatan individual.
Transformasi internal ini dipastikan bakal mengalihkan sumber daya manusia dari tugas-tugas konvensional di lini depan. Perusahaan kini lebih memilih untuk memprioritaskan posisi spesialis yang membutuhkan keahlian analisis tingkat tinggi.
Gejolak ketenagakerjaan di lingkungan TikTok ternyata tidak hanya melanda pasar Irlandia semata. Restrukturisasi serupa dilaporkan tengah bergulir dan berpotensi mengancam stabilitas operasional di beberapa wilayah negara lain.
Menteri Pengeluaran Publik Irlandia, Jack Chambers, langsung merespons situasi darurat ini dengan nada penuh kewaspadaan. Kehilangan pekerjaan dalam skala besar di sektor teknologi dinilai akan memperburuk stabilitas ekonomi nasional mereka.
Baca Juga: Apple Lobi AS agar Bisa Pakai Chip RAM China, Harga DRAM Samsung Naik 100% Picu Ancaman Pasokan
Beliau menekankan bahwa kehadiran kecerdasan buatan membawa ketidakpastian yang nyata bagi kelangsungan hidup para pekerja urban. Situasi ini menjadi alarm keras bagi pasar tenaga kerja yang terus digempur inovasi digital.
“Ini benar-benar menunjukkan ketidakpastian yang dihadapi perekonomian kita dalam konteks efek disrupsi AI di dalam pasar tenaga kerja khususnya,” kata Chambers tegas.
Saat ini TikTok memiliki basis operasional yang cukup kuat dengan mempekerjakan lebih dari 2.000 karyawan di Irlandia. Kantor Dublin selama ini menjadi pusat krusial untuk menyaring konten berbahaya dan menjaga ekosistem digital mereka.
Namun, peralihan global menuju efisiensi berbasis kecerdasan buatan memaksa banyak perusahaan raksasa mengubah arah kebijakan korporasi. Pengurangan bersih sebanyak 300 staf di Irlandia menjadi bukti nyata bagaimana korporasi besar mulai memangkas ketergantungan pada tenaga kerja manusia tradisional.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia