News / Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB
Ilustrasi Kanker Paru-Paru (Freepik)
Baca 10 detik
  • Kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan mayoritas pasien terdiagnosis saat memasuki stadium lanjut.
  • Lemahnya upaya skrining serta keterbatasan akses fasilitas dan pengobatan inovatif menghambat optimalisasi hasil terapi bagi pasien.
  • Peningkatan edukasi risiko, deteksi dini melalui LDCT, dan pemerataan akses terapi sangat krusial menekan angka kematian.

Persoalan akses obat inovatif juga menjadi perhatian BPJS Watch. Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menilai kebijakan kesehatan perlu lebih berorientasi pada kebutuhan pasien, bukan hanya mempertimbangkan besarnya anggaran.

Menurutnya, investasi pada obat-obatan modern justru dapat meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus menekan biaya kesehatan dalam jangka panjang karena penyakit dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih berat.

"Kebijakan kesehatan seharusnya menempatkan manusia sebagai fokus utama. Dengan akses terhadap obat dan teknologi kesehatan yang lebih modern, penyakit bisa ditangani lebih dini sehingga kebutuhan pembiayaan pada stadium lanjut juga dapat ditekan," katanya.

Prof. Laksmi menambahkan bahwa ketepatan waktu pemberian terapi juga sangat menentukan hasil pengobatan.

Pada stadium awal, pasien masih memiliki peluang sembuh melalui tindakan pembedahan.

Sebaliknya, jika kanker sudah memasuki stadium lanjut, tujuan terapi umumnya berubah menjadi memperpanjang harapan hidup dan menjaga kualitas hidup pasien.

Karena itu, upaya menekan angka kematian akibat kanker paru tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan.

Edukasi mengenai faktor risiko, penerapan gaya hidup sehat, pengendalian polusi udara, perlindungan dari paparan zat berbahaya di lingkungan kerja, hingga penguatan regulasi pengendalian tembakau perlu berjalan secara bersamaan.

Di saat yang sama, pelaksanaan skrining bagi kelompok berisiko tinggi dan pemerataan akses terhadap terapi kanker terbaru juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu dipercepat.

Baca Juga: Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Dengan diagnosis yang lebih dini dan pilihan pengobatan yang semakin luas, peluang pasien untuk hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang lebih baik pun dapat meningkat.

Load More