- Bupati Purwakarta, Om Zein, mengklarifikasi lagu kontroversial berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang viral di media sosial.
- Om Zein menegaskan lagu tersebut merupakan refleksi pribadi tahun 2020 dan membantah niat menyindir atau merendahkan perempuan.
- Menanggapi kritik keras dan somasi publik, Om Zein menyampaikan permintaan maaf terbuka atas ketidaknyamanan yang telah terjadi.
Banjir Kritik dan Somasi
Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat menuai respons dari berbagai kalangan setelah viral di media sosial.
Kritik tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga anggota DPR, musisi, hingga lembaga bantuan hukum yang menilai lirik lagu tersebut bermasalah.
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menilai lirik lagu tersebut tidak mencerminkan penghormatan terhadap perempuan.
Menurutnya, karya seni semestinya tidak menjadikan pengalaman biologis perempuan sebagai bahan yang dapat ditertawakan.
"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," kata Atalia.
Penyanyi Rossa turut memberikan tanggapan melalui kolom komentar unggahan Atalia Praratya di Instagram.
Komentarnya yang bernada satire langsung menjadi perhatian warganet dan memperoleh lebih dari 4.600 tanda suka.
"Judulna lalaki langit. Penyanyi: Lalaki Gering. Kitu ie teh?" tulisnya.
Penyanyi sekaligus penulis Risa Saraswati juga ikut menanggapi polemik tersebut.
Baca Juga: Profil Dini Yuliani Istri Bupati Purwakarta Wafat: Pengusaha dan Politisi yang Dikenal Rendah Hati
Ia tidak menuliskan kalimat, tetapi memberikan beberapa emoji marah di kolom komentar unggahan Atalia Praratya sebagai bentuk reaksinya terhadap lagu tersebut. Komentar itu kemudian mendapat lebih dari 1.600 tanda suka dari pengguna Instagram.
Polemik lagu kemudian berlanjut ke ranah hukum setelah LBH Jabar mengirimkan somasi terbuka kepada Om Zein.
Lembaga tersebut meminta lagu dihentikan penyebarannya, dihapus dari seluruh platform digital, serta meminta Om Zein menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Ditemukan fakta hukum yang tidak terbantahkan bahwa lagu tersebut memuat diksi, narasi, dan substansi yang bersifat misoginis, merendahkan derajat eksistensial manusia, serta mendegradasi harkat dan martabat kaum perempuan secara vulgar," kata Ketua LBH Jabar Riyan Bintana.
Lirik Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Cacak mun jadi awewe
Andai saja jadi perempuan
ES-Em-Pe kelas tilu
SMP kelas tiga
Tos Karuron tujuh kali
Sudah keguguran tujuh kali
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Teu kudu meuli kutang
Tidak usah membeli bra
Nu busana leuwih gede batan susu
yang busanya lebih besar dari payudara
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek
Tak perlu cari apotek
Alatan telat bulan
Karena telat datang bulan (haid)
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara
-
Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem
-
Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan
-
Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor
-
Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul
-
Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar
-
Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis
-
Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei
-
Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang
-
Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD