- Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menuai sorotan publik karena lirik lagunya yang dinilai mengandung stereotip negatif terhadap perempuan.
- Sugiat Santoso menyatakan lagu tersebut adalah karya lama yang dibuat sebelum Saepul Bahri menjabat sebagai kepala daerah di Purwakarta.
- Partai Gerindra mengimbau para pejabat publik untuk selalu menjaga etika, norma budaya, serta fokus melayani dan menyejahterakan masyarakat luas.
Suara.com - Juru Bicara Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, memberikan tanggapan terkait kontroversi lagu berbahasa Sunda berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein.
Lagu tersebut menjadi sorotan publik karena liriknya dinilai mengandung stereotip negatif terhadap perempuan.
Sugiat menyatakan bahwa pihaknya telah mendengar klarifikasi dari Bupati Purwakarta mengenai karya tersebut. Berdasarkan keterangan yang diterima, lagu tersebut diciptakan jauh sebelum Saepul Bahri menjabat sebagai kepala daerah.
Kendati begitu, Sugiat menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dalam setiap karya seni.
"Pesan yang mau disampaikan bahwa ini jadi pelajaranlah bagi setiap anak bangsa, bukan hanya kepala daerah, untuk membuat karya-karya seni yang akan dinikmati oleh publik itu memang harus menjaga norma-norma, etika, dan nilai-nilai budaya kita. Apalagi jangan sampai kesannya malah melecehkan salah satu pihak," ujar Sugiat kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).
Lebih lanjut, Sugiat mengingatkan bahwa polemik ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat publik, khususnya kepala daerah.
Ia menegaskan bahwa tugas utama seorang pemimpin adalah fokus pada pelayanan masyarakat dan memberikan contoh yang baik dalam segala aspek.
"Ini juga pelajaran bagi siapa pun, khususnya kepala daerah, untuk lebih fokus ke tugas dan fungsinya untuk menyejahterakan rakyatnya, serta memberikan keteladanan. Keteladanan dalam berbicara, bersikap, dan bertingkah laku," tegasnya.
Terkait langkah partai, Sugiat menjelaskan bahwa secara formal Partai Gerindra memang belum melakukan pemanggilan khusus terhadap Om Zein.
Baca Juga: Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK
Namun, ia memastikan komunikasi informal terus berjalan dan pimpinan partai secara rutin memberikan arahan kepada seluruh kader, baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif.
"Secara informal saya pikir sudah diingatkan dan disampaikan. Bukan hanya dalam konteks Bupati Purwakarta, tapi di setiap rapat-rapat, kita selalu diingatkan untuk menjaga sikap, tingkah laku, bicara, hingga substansi tema yang disampaikan ke publik," jelas Sugiat.
Mengenai waktu perilisan lagu tersebut, Sugiat kembali merujuk pada klarifikasi Om Zein yang menyebutkan bahwa karya itu merupakan karya lama.
"Berdasarkan klarifikasi yang dia sampaikan ke publik, itu dibuat sebelum dia jadi kepala daerah. Saya tidak mendalami peristiwanya, tapi itu poin klarifikasinya," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK
-
'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!
-
Arti Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta Om Zein yang Dinilai Rendahkan Perempuan
-
Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita
-
Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Untar Hormati Proses Hukum Gugatan Mahasiswa, Klaim Sudah Upayakan Penyelesaian Kekeluargaan
-
Akhiri Banjir Seatap, Kemanggisan Kini Ditata: Jalan Inspeksi Harus Bebas Bangunan Liar!
-
Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK
-
11 Rusun Baru Akan Dibangun di Jakarta, Termasuk Marunda dan Rorotan
-
'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!
-
Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?
-
7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan
-
Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom
-
Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton
-
Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya Sudah Jadi Masalah Nasional