News / Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 14:59 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko mengunjungi Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada 2 Juli 2026.
  • Kedua pemimpin negara meluncurkan roadmap bilateral strategis guna mempererat hubungan diplomatik serta meningkatkan kerja sama ekonomi nasional.
  • Indonesia dan Belarus fokus memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui penyediaan produk pertanian serta bahan baku pupuk.

Suara.com - Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo Subianto lebih dahulu mengunjungi Belarus pada 15 Juli 2025.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, pertemuan kedua pemimpin negara menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin. Menurutnya, kedua negara melihat banyak potensi kerja sama yang dapat dikembangkan.

"Seperti kita ketahui juga telah terjadi penandatanganan EAEU-CEPA dan Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi tersebut," kata Sugiono di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Sugiono menegaskan, kunjungan kenegaraan Lukashenko ke Indonesia menandai babak baru hubungan Indonesia dan Belarus. Dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, kedua negara akan meluncurkan roadmap hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis.

"Di mana dari situ pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus," ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki kepentingan untuk memperkuat kerja sama di sejumlah bidang yang sejalan dengan program prioritas pemerintah, terutama ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Salah satu bentuk kerja sama yang akan didorong adalah penyediaan produk pertanian serta bahan baku pupuk dari Belarus untuk mendukung kebutuhan dalam negeri.

"Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia," kata Sugiono.

Sugiono juga menyampaikan bahwa kunjungan tahun ini merupakan kunjungan kedua Lukashenko ke Indonesia setelah pertama kali datang pada 2013.

Baca Juga: Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

Pemerintah berharap kunjungan balasan tersebut semakin mempererat hubungan diplomatik kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas, termasuk dalam pemenuhan berbagai kebutuhan sumber daya strategis.

"Dan kita berharap kunjungan balasan ini juga akan makin mempererat hubungan kedua negara dan juga mempererat kerja sama kita dalam rangka meningkatkan ekonomi dan alternatif-alternatif sumber daya yang kita butuhkan," ujar Sugiono.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
 
 
 

Load More