News / Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB
Flyover Latumenten ditargetkan Rampung Desember 2026. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth dan Gubernur Pramono Anung meninjau pembangunan Flyover Latumenten pada Kamis, 2 Juli 2026.
  • Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan rampung Desember 2026 guna mengurangi kemacetan lalu lintas hingga 40 persen.
  • Flyover akan dilengkapi fasilitas integrasi transportasi umum untuk kenyamanan pejalan kaki serta akses bagi kelompok penyandang disabilitas.

Suara.com - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, meninjau langsung progres pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Kamis (2/7/2026).

Proyek infrastruktur yang digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.

"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," ujar pria yang akrab disapa Bang Kent.

Kenneth mengungkapkan ide pembangunan flyover bermula dari keluhan warga di sekitar perlintasan kereta api yang disampaikan kepadanya saat masa reses.

"Pada 2024 lalu, saya ada kunjungan kerja ke daerah sini (Latumenten) saat reses. Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ungkap Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Saat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki anggaran untuk membangun flyover. Karena itu, Kenneth meminta agar dilakukan kajian terlebih dahulu.

"Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur," kata politisi yang juga Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI.

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026. (Suara.com/Adiyoga)

Setelah kajian rampung, proyek tersebut masuk ke proses lelang dan mulai dikerjakan pada penghujung 2025.

Kenneth menjelaskan Flyover Latumenten nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta, melalui skywalk berlift dan JPO ramah disabilitas.

Baca Juga: Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

"Jadi konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi. Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," ujarnya.

Ia berharap fasilitas tersebut turut meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi.

"Kehadiran fasilitas integrasi tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi. Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," beber Kenneth.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut progres pembangunan Flyover Latumenten yang menelan anggaran Rp259 miliar telah mencapai 55,2 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.

"Ini penantian warga puluhan tahun. Alhamdulillah terealisasikan. Terima kasih Pak Dewan dan Pak Gubernur, semoga flyover ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan kemacetan," ucap Wakil Camat Grogol Petamburan, Pradana Putra.

Load More