- Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan adanya korban lain dalam kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
- Penyidik sedang mengumpulkan alat bukti serta memeriksa tujuh tersangka untuk mengembangkan perkara tersebut secara maksimal dan profesional.
- Polisi memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan memproses laporan balik perusahaan terkait dugaan pencurian secara terpisah.
Suara.com - Polda Metro Jaya menduga kasus penyekapan terhadap tiga karyawan percetakan di kawasan Senen, Jakarta Pusat, bukan kejadian pertama. Penyidik kini membuka kemungkinan adanya korban lain yang pernah mengalami perlakuan serupa di lokasi yang sama.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan dugaan itu muncul dari hasil pendalaman penyidikan. Meski demikian, polisi masih mengumpulkan alat bukti sebelum mengembangkan perkara.
"Informasi ini kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti lainnya, sehingga apabila ditemukan dugaan tindak pidana lain yang sama terhadap korban yang berbeda, tentunya penyidik juga akan melakukan upaya penyidikan secara maksimal," kata Iman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Sementara Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pemeriksaan terhadap tujuh tersangka dan para korban masih berlangsung.
Dari proses tersebut, penyidik memperoleh informasi mengenai kemungkinan adanya korban lain.
"Apabila nanti ada kemungkinan ada korban lain, kami akan melakukan upaya penyidikan yang berbeda dengan penyidikan yang saat ini sedang dilakukan," katanya.
Selain mengembangkan penyidikan, Polda Metro Jaya juga memastikan perlindungan terhadap korban terus diberikan.
Polisi telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sementara tim psikologi Polri memberikan pendampingan untuk membantu pemulihan trauma korban.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan mental korban tetap terjaga selama proses hukum.
Baca Juga: Viral! Patwal RI 21 Pepet Mobil Warga di Senayan, Pengemudi Protes Dipaksa Berhenti
Di sisi lain, ketiga korban juga dilaporkan balik oleh pihak perusahaan atas dugaan pencurian pelat percetakan.
Laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan diproses secara terpisah dari perkara dugaan penyekapan yang telah menjerat pemilik percetakan sebagai tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN