- Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyatakan sejumlah lulusan LPDP enggan kembali ke Indonesia karena minimnya ketersediaan lapangan kerja yang sesuai.
- Data BPPK Kemenkeu per Februari 2026 mencatat sebanyak 44 alumni LPDP masih belum kembali ke Tanah Air setelah studi.
- Menteri mendorong alumni beasiswa memiliki kepercayaan diri untuk bersaing dan menciptakan peluang kerja sendiri di dalam negeri.
Suara.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengakui ada sejumlah lulusan penerima beasiswa LPDP yang memilih tidak kembali ke Indonesia karena kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
Ia menyatakan kerap menerima keluhan dari lulusan penerima beasiswa LPDP yang merasa minim peluang kerja maupun fasilitas setelah menyelesaikan studi di luar negeri.
"Saya sering mendapat pertanyaan, para lulusan beasiswa LPDP gak pulang ke Indonesia, dia kemudian mengeluh tidak dapat pekerjaan yang sesuai, tidak difasilitasi," kata Brian saat memberikan sambutan dalam acara Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Penerima Beasiswa Garuda Tahun 2026 yang disiarkan melalui akun YouTube Kementerian Diktisaintek, Kamis (9/7/2026).
Menjawab hal tersebut, Brian meminta para penerima beasiswa tidak takut kembali ke Indonesia. Menurutnya, mereka merupakan putra-putri terbaik yang telah memperoleh kesempatan belajar di luar negeri sehingga seharusnya memiliki kepercayaan diri untuk bersaing di Tanah Air.
"Saya selalu jawab, Anda adalah putra-putri yang jauh lebih baik kualitasnya dibandingkan yang tidak mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Kalau Anda mendapatkan beasiswa, Anda sudah terbaik. Kalau Anda terbaik, kenapa Anda harus takut bertarung di Indonesia melawan yang tidak bisa ke luar negeri," ujarnya.
Brian juga mengingatkan agar para penerima beasiswa tidak beranggapan bahwa Indonesia tidak memberikan ruang bagi mereka setelah lulus.
"Jadi jangan takut, jangan nanti setelah lulus (beranggapan), 'wah Indonesia gak ada yang memfasilitasi saya'. Tidak mungkin. Anda sekarang sudah dapat fasilitas. Anda nanti harus berani bertarung di sini," ucapnya.
Brian kemudian menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Jepang menggunakan beasiswa dari Pemerintah Jepang. Ia mengaku memilih kembali ke Indonesia tanpa rasa khawatir meski harus membangun karier dari awal.
"Saya dulu dapat beasiswa bukan dari pemerintah Indonesia, saya dapat dari pemerintah Jepang, saya mencari sendiri, saya dapat, dan saya pulang ke sini, gak pakai takut-takut. Jadi Anda semua harus berani. Kalau gak ada bidangnya, gak ada yang sesuai, Anda buat di Indonesia," tutur Brian.
Baca Juga: LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
Data Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan (BPPK Kemenkeu) per Februari 2026 mencatat masih ada 44 alumni LPDP yang belum kembali ke Indonesia. Angka itu diperoleh dari hasil penelusuran terhadap lebih dari 600 awardee.
Data tersebut berasal dari perlintasan keimigrasian dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta laporan masyarakat. Dari data tersebut juga terdapat penerima beasiswa LPDP yang masih menjalani magang maupun yang telah selesai masa pengabdiannya.
Berita Terkait
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Bolehkah ASN atau Awardee LPDP Mengkritik Program Pemerintah? Ini Penjelasannya
-
Komcad dalam Paradigma Baru SDM: dari Meja Kantor ke Garis Pertahanan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik