- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan 80 persen beasiswa LPDP difokuskan pada bidang STEM serta sektor industri strategis nasional.
- Kebijakan ini bertujuan mencetak SDM unggul demi mewujudkan visi Indonesia menjadi lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
- Pemerintah menggunakan dana abadi pendidikan sebesar Rp180,81 triliun untuk mendukung pengembangan riset serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengubah kebijakan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Mulai tahun ini, 80 persen beasiswa LPDP difokuskan ke bidang bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan sektor-sektor industri strategis.
Sektor industri strategis yang dimaksud meliputi pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju.
Menkeu Purbaya mengungkapkan kalau perubahan kebijakan tersebut demi mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
Untuk mencapainya, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh SDM unggul, industrialisasi yang kuat, penciptaan lapangan kerja, serta berkembangnya perusahaan rintisan berbasis inovasi.
"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," katanya, dikutip dari siaran pers, Minggu (5/7/2026).
Bendahara Negara menekankan bahwa pembangunan industri nasional harus menempatkan talenta sebagai fondasi utama.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong penguatan pendidikan di bidang STEM yang dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE), sehingga kemajuan teknologi mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Agar berbagai agenda tersebut dapat berjalan secara konsisten, pemerintah terus menjaga APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan. Menurutnya, APBN memiliki peran strategis sebagai instrumen stabilisasi ekonomi sekaligus motor penggerak produktivitas, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," jelas Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga
Sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan, LPDP saat ini mengelola akumulasi Dana Abadi Bidang Pendidikan sebesar Rp180,81 triliun per 31 Mei 2026. Dana tersebut menjadi fondasi keberlanjutan investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui APBN.
Sejak 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah menghasilkan 58.749 penerima Beasiswa LPDP yang terdiri atas program magister, doktor, dokter spesialis, dan non-gelar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.334 orang telah menjadi alumni, sedangkan 18.728 orang masih menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
Secara keseluruhan, melalui berbagai program kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, LPDP telah mendukung 98.409 penerima beasiswa program degree serta lebih dari 586 ribu peserta program non-degree.
Selain itu, LPDP juga mendanai ribuan proyek riset, penguatan perguruan tinggi, dan pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing nasional.
Antusiasme masyarakat terhadap program Beasiswa LPDP juga terus mengalami peningkatan. Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total 32.794 pendaftar. Jumlah tersebut melanjutkan tren peningkatan minat masyarakat terhadap program Beasiswa LPDP sebesar 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga
-
Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik
-
Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng
-
Purbaya Pamer MBG Ciptakan 193 Ribu Lapangan Kerja di Jateng
-
Target APBN 2025 Banyak Meleset, Purbaya Ungkap Penyebabnya
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!
-
Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga
-
Harga Emas Antam Melonjak ke Rp2,67 Juta per Gram Selama Sepekan
-
Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik
-
Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng
-
Bank Raya Genjot Transaksi Digital, Digital Saving Melonjak Jadi Rp3 Triliun
-
Purbaya Pamer MBG Ciptakan 193 Ribu Lapangan Kerja di Jateng
-
Target APBN 2025 Banyak Meleset, Purbaya Ungkap Penyebabnya
-
Buruh Waswas Aturan Baru Tembakau, Khawatir Gelombang PHK Meluas
-
Bank Tanpa Modal Cukup Terancam Dampak POJK Nomor 7 Tahun 2026