Bisnis / Makro
Minggu, 05 Juli 2026 | 10:52 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan 80 persen beasiswa LPDP difokuskan pada bidang STEM serta sektor industri strategis nasional.
  • Kebijakan ini bertujuan mencetak SDM unggul demi mewujudkan visi Indonesia menjadi lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
  • Pemerintah menggunakan dana abadi pendidikan sebesar Rp180,81 triliun untuk mendukung pengembangan riset serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengubah kebijakan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Mulai tahun ini, 80 persen beasiswa LPDP difokuskan ke bidang bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan sektor-sektor industri strategis.

Sektor industri strategis yang dimaksud meliputi pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju.

Menkeu Purbaya mengungkapkan kalau perubahan kebijakan tersebut demi mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.

Untuk mencapainya, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh SDM unggul, industrialisasi yang kuat, penciptaan lapangan kerja, serta berkembangnya perusahaan rintisan berbasis inovasi.

"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," katanya, dikutip dari siaran pers, Minggu (5/7/2026).

Bendahara Negara menekankan bahwa pembangunan industri nasional harus menempatkan talenta sebagai fondasi utama.

logo LPDP (dok. LPDP)

Oleh karena itu, pemerintah mendorong penguatan pendidikan di bidang STEM yang dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE), sehingga kemajuan teknologi mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Agar berbagai agenda tersebut dapat berjalan secara konsisten, pemerintah terus menjaga APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan. Menurutnya, APBN memiliki peran strategis sebagai instrumen stabilisasi ekonomi sekaligus motor penggerak produktivitas, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," jelas Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga

Sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan, LPDP saat ini mengelola akumulasi Dana Abadi Bidang Pendidikan sebesar Rp180,81 triliun per 31 Mei 2026. Dana tersebut menjadi fondasi keberlanjutan investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui APBN.

Sejak 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah menghasilkan 58.749 penerima Beasiswa LPDP yang terdiri atas program magister, doktor, dokter spesialis, dan non-gelar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.334 orang telah menjadi alumni, sedangkan 18.728 orang masih menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

Secara keseluruhan, melalui berbagai program kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, LPDP telah mendukung 98.409 penerima beasiswa program degree serta lebih dari 586 ribu peserta program non-degree.

Selain itu, LPDP juga mendanai ribuan proyek riset, penguatan perguruan tinggi, dan pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing nasional.

Antusiasme masyarakat terhadap program Beasiswa LPDP juga terus mengalami peningkatan. Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total 32.794 pendaftar. Jumlah tersebut melanjutkan tren peningkatan minat masyarakat terhadap program Beasiswa LPDP sebesar 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Load More