- LPDP menambah 14 universitas luar negeri sebagai tujuan prioritas khusus bagi penerima beasiswa bidang studi STEM.
- Kebijakan ini bertujuan mencetak sumber daya manusia kompeten guna mendukung delapan sektor industri strategis nasional Indonesia.
- Pemerintah turut memperluas cakupan program studi prioritas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pembangunan nasional saat ini.
Suara.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memperluas daftar universitas tujuan prioritas dengan menambahkan 14 kampus terbaik dunia yang dikhususkan untuk penerima beasiswa di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Kebijakan ini dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan delapan sektor industri strategis nasional.
Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, mengatakan sebelumnya pemerintah hanya menetapkan 17 universitas unggulan sebagai tujuan prioritas beasiswa untuk seluruh bidang studi. Kini, daftar tersebut diperluas dengan tambahan 14 universitas yang difokuskan bagi calon penerima beasiswa STEM.
"Kalau dulu cuma ada 17 universitas unggul. Sekarang ditambahkan lagi 14 universitas lainnya untuk bidang STEM," kata Risqi di Jakarta Kreatif Festival, Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Menurut Risqi, perluasan daftar kampus merupakan bagian dari penyesuaian arah kebijakan LPDP agar sejalan dengan program prioritas pemerintah, khususnya dalam mendukung pengembangan delapan sektor industri strategis.
"Sekarang untuk prioritas kita harus mendukung program prioritas nasional supaya selaras untuk mendukung delapan industri strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, industrialisasi," ujarnya.
Tak hanya memperluas pilihan universitas, LPDP juga memperlebar cakupan program studi prioritas. Selain bidang STEM, sejumlah disiplin ilmu yang berkaitan langsung dengan pembangunan nasional kini ikut diprioritaskan.
"Mayoritas kita prioritaskan untuk bidang STEM, yaitu science, technology, engineering, mathematics. Dan juga STEM related seperti law, economics, public policy dan public administration," kata Risqi.
Ia berharap kebijakan tersebut memberi lebih banyak pilihan bagi calon penerima beasiswa sekaligus menghasilkan lulusan yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
Sebelumnya, daftar universitas prioritas LPDP mencakup kampus-kampus seperti University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, Harvard University, Princeton University, University of California Berkeley, California Institute of Technology (Caltech), Cornell University, University of Tokyo, dan Tsinghua University.
Kini, LPDP juga memasukkan 14 universitas tambahan khusus untuk bidang STEM, yakni Peking University, The University of Hong Kong, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Paris-Saclay University, École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), ETH Zurich, University of Toronto, Yale University, University of Chicago, University of Michigan, Columbia University, University of Pennsylvania, serta University of California, Los Angeles (UCLA).
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta
-
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
-
Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal
-
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia