News / Metropolitan
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:12 WIB
Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta mempercepat pembangunan Flyover Latumenten di Jakarta Barat yang ditargetkan beroperasi penuh pada 15 Desember 2026.
  • Gubernur Pramono Anung meninjau proyek senilai Rp259 miliar dengan progres 55,2 persen guna mengurai kemacetan kronis di Grogol.
  • Pembangunan flyover ini turut mengintegrasikan halte Transjakarta dan JPO ramah disabilitas untuk mendukung konsep Transit Oriented Development di kawasan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, dengan sisa waktu pengerjaan tinggal sekitar lima bulan menjelang target operasional akhir 2026.

Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi atas persoalan kemacetan kronis yang selama bertahun-tahun membelit kawasan Grogol dan sekitarnya akibat perlintasan kereta api yang bercampur dengan arus kendaraan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung progres pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Flyover Latumenten pada Kamis (2/7/2026).

Dalam kunjungannya, Pramono menegaskan bahwa flyover ini merupakan salah satu proyek yang paling dinantikan warga Jakarta Barat.

"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena di sini, pagi, siang, maupun sore, kemacetannya sangat tinggi. Maka ketika diusulkan, saya menyampaikan bahwa ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di kawasan Grogol, Pluit, Slipi, dan sekitarnya," ujarnya.

Menurut Pramono, progres pembangunan saat ini berjalan sesuai rencana dan menunjukkan kemajuan yang signifikan.

"Sekarang progresnya sudah mencapai 55,2 persen dengan anggaran pembangunan Rp259 miliar. Saya berharap, proyek ini selesai tepat waktu, yakni pada 15 Desember 2026. Sehingga lalu lintas di salah satu kawasan yang selama ini paling banyak dikeluhkan bisa menjadi lebih lancar," tambahnya.

Pramono Targetkan Flyover Latumenten Rampung Desember 2026. (Suara.com/Adiyoga)

Selain flyover, kawasan tersebut juga akan dilengkapi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dirancang dengan prinsip aksesibilitas dan inklusivitas.

JPO tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.

Baca Juga: Pasar Baru Bakal Dijadikan Myeongdong Versi Jakarta

Untuk mendukung konsep Transit Oriented Development (TOD), Pemprov DKI turut membangun halte Transjakarta yang terintegrasi langsung dengan Stasiun Grogol.

Secara teknis, flyover yang mengarah ke Slipi memiliki panjang 435 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway.

Sementara itu, flyover yang mengarah ke Grogol memiliki panjang 420 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas serupa, yakni dua lajur kendaraan umum dan satu lajur busway.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama pihak terkait menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas pekerjaan dan keselamatan konstruksi selama proses pembangunan berlangsung.

Selama masa konstruksi berjalan, sejumlah rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di kawasan tersebut.

Masyarakat pun diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan ketika melintas di area proyek. 

Load More