- Presiden Prabowo Subianto menyatakan keresahan terkait kesulitan Timnas Indonesia menembus kompetisi sepak bola internasional Piala Dunia.
- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menekankan pentingnya komitmen pendanaan berkelanjutan untuk mendukung ambisi tersebut.
- Pemerintah diharapkan mengalokasikan anggaran untuk pembinaan sepak bola dari akar rumput hingga persiapan Timnas menuju Piala Dunia 2030.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, memberikan respons terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang merasa heran karena Indonesia masih kesulitan menembus kancah Piala Dunia.
Lalu menegaskan, bahwa untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, pemerintah harus berani berkomitmen dalam aspek pendanaan.
Ia menyampaikan, bahwa ambisi untuk melihat Tim Nasional (Timnas) Indonesia berlaga di panggung dunia, khususnya pada Piala Dunia 2030, menuntut dukungan finansial yang serius dan berkelanjutan.
"Konsekuensinya adalah anggaran. Kalau mau Piala Dunia 2030 Indonesia menjadi salah satu peserta, ayo kita dukung sama-sama PSSI, kita dukung Timnas kita," ujar Lalu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional timnas senior, tetapi harus mencakup ekosistem sepak bola secara menyeluruh, mulai dari akar rumput.
"Siapkan anggaran mulai dari pembinaan, mulai dari persiapan dan sebagainya. Tentu itu menjadi keharusan yang harus dipersiapkan oleh pemerintah," tambahnya.
Politisi PKB ini menegaskan, bahwa Komisi X DPR RI, yang membidangi urusan olahraga, sepenuhnya mendukung visi Presiden Prabowo dalam memajukan prestasi sepak bola nasional.
Namun, ia kembali mengingatkan bahwa dukungan moral saja tidak cukup tanpa sokongan dana yang memadai.
"Kami di Komisi X sangat mendukung yang disampaikan oleh Presiden, tapi konsekuensinya adalah anggaran. Siapkan anggaran untuk Timnas kita menjadi peserta Piala Dunia 2030," tegas Lalu.
Baca Juga: Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto heran karena sepak bola Indonesia masih kesulitan masuk di Piala Dunia.
Padahal, menurut Prabowo, Indonesia beprestasi di bidang lain, semisal swasembada pangan dan energi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat.
"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Jadi saya resah terus terang aja saya resah. Kita bisa B50 tapi tidak bisa masuk Piala Dunia?" kata Prabowo, Kamis (9/7/2026).
Prabowo bertanya-tanya bagaimana caranya agar Indonesia bisa masuk Piala Dunia. Menurutnya sepak bola level internasional tidak boleh dianggap enteng lantaran menjadi kehormatan suatu bangsa.
"Begimana caranya masuk piala dunia? Saudara-saudara jangan anggap enteng, sepak bola itu kehormatan," kata Prabowo.
Berita Terkait
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun
-
Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Siap Hadapi Prancis Tanpa Beban Mental
-
APBN 2025 Defisit Rp670,34 Triliun, Pemerintah Beberkan Kondisi Fiskal di DPR
-
Berbekal Mental Baja, Mampukah Inggris Redam Argentina di Semifinal?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia
-
Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?
-
'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026
-
Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog