-
Suara dentuman misterius mengguncang Doha, Qatar pada Jumat dini hari waktu setempat.
-
Pemerintah sempat menaikkan status ancaman sebelum akhirnya menyatakan situasi telah kembali normal.
-
Insiden terjadi di tengah ketegangan regional akibat rentetan serangan militer Iran.
Suara.com - Doha sempat dilanda kepanikan hebat setelah rentetan suara ledakan keras mengguncang ibu kota Qatar pada Jumat dini hari waktu setempat.
Pemerintah setempat langsung memperketat status keamanan demi melindungi seluruh warga dari potensi bahaya.
Diberikan dalam Breakingnews CNN Internasional, pesan darurat resmi yang dikirimkan ke ponsel penduduk meminta semua orang tetap berada di dalam rumah dan mencari tempat aman.
Otoritas terkait sama sekali tidak membeberkan pemicu utama di balik munculnya suara ledakan tersebut.
Ketakutan warga tidak berlangsung lama setelah situasi darurat tersebut berhasil dikendalikan dengan cepat.
Pihak berwenang segera mengirimkan notifikasi lanjutan untuk menenangkan masyarakat yang sempat panik.
Dalam pernyataan yang dibagikan di X, Kementerian Pertahanan mengatakan angkatan bersenjatanya mencegat serangan rudal yang menargetkan Qatar.
Pemerintah menyatakan bahwa ancaman telah dihilangkan dan kondisi wilayah saat ini sudah kembali normal.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat insiden tersebut.
Baca Juga: Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang Jadi Alarm, Sosiolog UGM Soroti Bahaya Copycat Crime
Peristiwa mengejutkan ini terjadi di tengah memanasnya situasi militer di kawasan Teluk.
Iran tercatat berulang kali menggempur pangkalan militer di Bahrain, Kuwait, hingga Yordania.
Meski begitu, Teheran terpantau menahan diri untuk tidak mengarahkan serangan ke wilayah Qatar.
Pihak Iran juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai keterlibatan mereka dalam insiden Jumat pagi ini.
Selama ini Doha memiliki hubungan yang relatif lebih ramah dengan Teheran dibandingkan negara Arab lainnya.
Kedekatan tersebut membuat Qatar memegang peran krusial sebagai negosiator utama dalam berbagai konflik regional.
Namun, Doha baru-baru ini mengecam keras aksi penyerangan bertubi-tubi Iran ke negara-negara Arab di Timur Tengah.
Kecaman tersebut menandai dinamika politik yang semakin memanas di wilayah Teluk Persia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
Terkini
-
Update Nasib Mees Hilgers usai Ditolak Suporter FC Twente, Eks Klub Thom Haye Siap Menampung
-
Cara Memilih Serum Penumbuh Rambut yang Sesuai Jenis Kulit Kepala, Ketahui sebelum Beli
-
Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan
-
Jakarta-Jambi Perkuat Kerja Sama, Dari Transformasi Digital hingga Pelatihan Pemadam Kebakaran
-
Daya Beli Melemah di Era Prabowo-Gibran, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Beban Warga
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Sosok Wakapolda Riau: Pernah Tangkap Hercules, Kini Jadi Kapolda di Papua
-
Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla
-
Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus
-
Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polisi dan Pertanyakan HP yang Hilang