- DPRD DKI Jakarta menekankan penyesuaian tarif Transjakarta wajib dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan transportasi bagi seluruh masyarakat.
- Integrasi moda transportasi publik yang efisien dinilai mampu mempermudah perpindahan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
- Pembahasan kenaikan tarif harus melalui kajian komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, besaran subsidi, dan daya beli masyarakat.
Suara.com - Wacana penyesuaian tarif Transjakarta dinilai perlu dikaji secara menyeluruh oleh DPRD DKI Jakarta.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyatakan kenaikan tarif hanya dapat dipertimbangkan apabila diikuti peningkatan pelayanan kepada pengguna.
“Kalau kualitas pelayanannya meningkat nyata, itu bisa menjadi pertimbangan. Masyarakat harus merasakan manfaatnya langsung,” ujar Rio, dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menilai, masyarakat pada dasarnya dapat menerima kebijakan penyesuaian tarif Transjakarta.
Namun dengan syarat, pemerintah harus mampu menghadirkan layanan transportasi yang lebih baik kepada masyarakat.
Peningkatan kualitas yang dimaksud tidak hanya menyangkut armada, melainkan juga kenyamanan halte, ketepatan waktu, keamanan perjalanan, hingga kemudahan berpindah antarmoda.
Rio menekankan, integrasi Transjakarta dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, dan Mikrotrans menjadi kunci membangun sistem transportasi publik yang efisien.
“Semakin baik integrasinya, semakin mudah masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” tutur dia.
Rio menyebut konektivitas antarmoda yang baik akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya perjalanan, dan meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Baca Juga: Siap-Siap! Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000
Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.
Persoalannya, pemerintah daerah saat ini tengah menghadapi tantangan fiskal. Mulai dari efisiensi anggaran, hingga kebutuhan pembiayaan berbagai program pelayanan publik lainnya.
Karena itu, Rio menegaskan pembahasan kenaikan tarif harus didasarkan pada kajian yang komprehensif, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, besaran subsidi, serta daya beli masyarakat.
“Subsidi transportasi publik tetap menjadi instrumen penting agar layanan tetap terjangkau,” ucapnya.
Rio menambahkan, evaluasi terhadap skema pembiayaan tetap diperlukan guna menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik ke depan.
“Yang terpenting, layanan tetap berkualitas dan masyarakat tidak terbebani,” pungkas dia.
Berita Terkait
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Pramono Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis, Siapa Saja yang Dapat?
-
Siap-Siap! Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000
-
Tarif Transjakarta Berpotensi Naik, Pemprov DKI Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis
-
Saat Stadion Tak Lagi Ramai, DPRD Usul Lahan Kamal Muara Disulap Jadi SMA Negeri
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Kapan Harus Resign dari Pekerjaan? Kenali 5 Tanda yang Perlu Diwaspadai
-
Tarif Transjakarta Akan Naik? Ini Syarat Mutlak dari DPRD DKI Jakarta
-
Bos Pertamina Akui Kenaikan Harga Pertamax Picu Kelangkaan BBM Subsidi: Saya Minta Maaf!
-
Masih Terpusat di Jawa, Distribusi E-Commerce ke Maluku dan Papua Jadi Tantangan
-
Apa FIFA Berani Hukum Berat Argentina Usai Aksi Provokatif Lionel Messi Cs?
-
AI Perparah Krisis Chip, Produksi Mobil Turut Terancam
-
Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia
-
Daftar 5 Mobil Bekas Irit BBM yang Bisa Jadi Alternatif Mobil Hybrid
-
Digitalisasi Pelabuhan Pangkas Proses Bisnis, Layanan Kapal Makin Cepat
-
Ledakan Keras Guncang Doha Qatar!