News / Nasional
Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:06 WIB
Putra Sayuti Melik hidup sulit di Bekasi. (Dokumentasi Perpustakaan Nasional)
Baca 10 detik
  • Kementerian Sosial mengevakuasi Heru Baskoro dan istrinya ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi untuk mendapatkan rehabilitasi serta bantuan.
  • Kemensos memenuhi kebutuhan dasar, pendampingan medis, dan asesmen psikososial bagi putra Sayuti Melik tersebut selama masa tinggal sementara.
  • Pemerintah berkoordinasi dengan kementerian terkait guna mencari solusi jangka panjang masalah dana pensiun dan pemulihan kesehatan Bapak Heru.

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan akan memenuhi kebutuhan dasar Heru Baskoro (84), putra kandung pengetik naskah Proklamasi sekaligus Pahlawan Nasional Sayuti Melik, setelah kisah hidupnya yang terlunta-lunta di Kota Bekasi menjadi sorotan publik.

Saat ini Heru bersama istrinya, Treyzia Noviani (65), telah dievakuasi ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi untuk mendapatkan tempat tinggal sementara, rehabilitasi medis, rehabilitasi psikososial, serta pendampingan secara menyeluruh.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan selama berada di STPL seluruh kebutuhan pasangan lanjut usia tersebut akan dipenuhi oleh Kemensos.

"Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini, akan ada bantuan medis dan psikososial, sehingga Pak Heru jika butuh sesuatu bisa bilang ke staf di sini, di sini ada dokter juga," kata Agus Jabo saat mengunjungi Heru di STPL Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Agus Jabo juga memastikan kondisi Heru dan istrinya selama tinggal di sentra.

Ia memastikan bahwa Kemensos tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga akan menjadi penghubung dengan berbagai kementerian serta pihak keluarga untuk mencari solusi jangka panjang atas persoalan yang dihadapi Heru.

"Kemensos akan berdiskusi dengan kementerian terkait, termasuk dengan keluarga, kira-kira nanti jalan terbaiknya seperti apa. Apakah Kemenlu nanti melalui KBRI juga akan melakukan pengecekan apakah uang pensiunnya juga masih bisa dicairkan," ujarnya.

Ia berharap persoalan dana pensiun Heru dapat diselesaikan tanpa harus kembali ke Kanada, mengingat kondisi kesehatannya yang membutuhkan penanganan.

Diketahui, Heru sempat menjalani kehidupan yang mapan. Bersama istrinya, ia tinggal di Kanada sejak 1998 hingga 2024 dengan status permanent resident dan bekerja sebagai staf senior di sebuah perusahaan minyak.

Baca Juga: Wamensos Tekankan Peran Strategis Kepala Sekolah Rakyat dalam Mendorong Perubahan

Namun setelah mengalami gangguan pada mata kanannya yang menyebabkan penurunan penglihatan, Heru harus bolak-balik Indonesia-Kanada untuk menjalani pengobatan. Kondisi tersebut menguras tabungan keluarga.

Setelah menetap di Indonesia, dana pensiun yang selama ini menjadi sumber penghidupannya tidak lagi dapat dicairkan sehingga pasangan lansia itu mengalami kesulitan ekonomi hingga menjual aset yang dimiliki.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono. (dok.Istimewa)

Selain mengupayakan penyelesaian dana pensiun melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan instansi terkait, Kemensos juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk membantu penanganan medis Heru yang membutuhkan operasi kornea mata.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pihaknya langsung mengirim tim setelah menerima informasi mengenai kondisi Heru yang viral di media sosial.

"Langsung kita kirim tim ke sana dan sekarang sudah kita bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi. Ya tentu akan direhabilitasi. Ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya," ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan Heru dan istrinya untuk sementara akan tinggal di STPL Bekasi sambil menjalani pemeriksaan kesehatan dan asesmen lanjutan guna menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai.

"Kita siapkan untuk hunian sementara di sentra kita. Sambil juga tentu ada pemeriksaan medis dan lain sebagainya. Kemudian kita lakukan pendampingan dan ke depan seperti apa, tentu ini masih membutuhkan waktu," katanya.

Selain memastikan pemenuhan kebutuhan dasar Heru dan Treyzia, Kemensos juga melakukan identifikasi kondisi kesehatan, penelusuran dokumen, verifikasi keluarga, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk menentukan intervensi sosial yang tepat.

Load More