- Kemensos melaporkan mayoritas kepala Sekolah Rakyat belum sepenuhnya siap menghadapi MPLS tahun ajaran 2026/2027 di Kulon Progo.
- Hanya 18 persen kepala sekolah menyatakan siap, sementara sisanya menghadapi berbagai kendala operasional dan kebutuhan mendesak lainnya.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf berkomitmen menindaklanjuti masukan tersebut untuk memastikan perbaikan sistem pendidikan bagi seluruh peserta didik.
Suara.com - Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, hasil survei Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan mayoritas kepala Sekolah Rakyat belum sepenuhnya siap menghadapi dimulainya tahun ajaran baru.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan hasil survei terhadap 174 kepala Sekolah Rakyat saat memberikan pembekalan secara daring kepada 191 kepala sekolah dalam Rapat Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang dipusatkan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Survei tersebut menunjukkan tingkat kesiapan mental kepala sekolah mencapai 8,95 dari skala 10, sementara keyakinan dalam mengambil keputusan berada pada angka 8,74 dari 10. Sebanyak 72 persen responden mengaku memandang penugasan di Sekolah Rakyat sebagai tantangan yang memacu semangat, sedangkan 94 persen menyatakan telah memiliki orientasi kepemimpinan jangka panjang sebagai pembangun sistem pendidikan.
Namun, survei yang sama juga mengungkap masih adanya berbagai tantangan menjelang pelaksanaan MPLS.
Disebutkan bahwa baru 18 persen kepala sekolah menyatakan siap sepenuhnya menghadapi MPLS, 26 persen siap sebagian, 38 persen masih menghadapi kendala signifikan, dan 17 persen mengaku belum siap.
Selain itu, para kepala sekolah juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak. Sebanyak 77 persen responden meminta tambahan guru dan tenaga kependidikan, 61 persen membutuhkan pendampingan langsung dari Pusdiklat/PPK, 56 persen menginginkan kejelasan anggaran, serta 48 persen meminta pelatihan dan pembekalan lanjutan.
Menanggapi hasil survei tersebut, Gus Ipul memastikan seluruh masukan akan menjadi perhatian Kemensos bersama satuan kerja terkait.
"Masalah harus dihadapi, jangan takut kekurangan masalah. Itu tanda negara sedang mempercayakan sesuatu yang besar kepada kita semua," ujar Gus Ipul, Selasa (7/7/2026).
Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat tidak diukur dari lahirnya segelintir siswa berprestasi, melainkan dari kemampuan sekolah membangun sistem yang mampu mengembangkan seluruh peserta didik.
Baca Juga: 4 Sepatu Sekolah Hitam yang Lagi Diskon di Matahari, Hemat hingga Rp260 Ribu
"Kalau ada 28 anak berkembang, sementara dua anak tertinggal, itu bukan sekadar persoalan dua anak. Itu persoalan sistem. Mari kita bangun sistem agar semua siswa bisa terlayani. Tidak ada siswa yang tertinggal," tegasnya.
Menurut Gus Ipul, kepala sekolah harus mengubah cara pandang dari sekadar bekerja menjadi berjuang dengan berorientasi pada perubahan nyata bagi peserta didik.
"Berjuang berarti berorientasi pada perubahan nyata bagi siswa, proaktif membaca kebutuhan, mengambil inisiatif menyelesaikan persoalan, serta mengukur keberhasilan dari perkembangan anak-anak yang dilayani," pesannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Urutan Pemakaian Serum Eksfoliasi AHA BHA dan Moisturizer agar Tidak Iritasi
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas
-
Jelang Demo di DPR, Rekening Rp80,9 Juta dan Akun TikTok Aktivis Pati Botok Terblokir Tiba-tiba
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants