- KPK meminta Menteri PU Dody Hanggodo mengklarifikasi dugaan penyertaan anggota keluarga dalam dokumen perjalanan dinas ke New York.
- Dugaan penyalahgunaan fasilitas negara muncul setelah dokumen perjalanan dinas Dody ke Amerika Serikat tersebar luas di publik.
- Menteri Dody akhirnya membatalkan seluruh agenda kunjungan dinasnya ke Amerika Serikat menyusul sorotan publik terkait dugaan konflik kepentingan.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilakan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan klarifikasi terkait perjalanannya ke New York, Amerika Serikat.
Pasalnya, dalam dokumen perjalanan Dody diduga tertera nama istri dan anaknya sebagai bagian dari rombongan perjalanan tersebut.
“Ya, silakan untuk klarifikasi bisa disampaikan juga secara terbuka, menyampaikan fakta yang sebenarnya seperti apa, sehingga masyarakat juga tidak simpang siur terhadap informasi yang kemudian beredar di ruang-ruang publik,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Menurut Budi, potensi konflik kepentingan seperti dalam perkara ini kerap terjadi di lingkungan pemerintah daerah maupun pusat. Untuk itu, ia menegaskan satuan pengawas harus aktif memantau potensi konflik kepentingan, termasuk dugaan penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi maupun keluarga.
“Artinya itu sudah tidak sesuai dengan peruntukan dari fasilitas-fasilitas dinas yang seharusnya digunakan untuk kepentingan negara,” tegas Budi.
“Sehingga kalau itu digunakan untuk kepentingan pribadi ataupun kepentingan keluarga, artinya ini ada dugaan penyimpangan,” tambah dia.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memang tengah menjadi sorotan publik dalam beberapa pekan terakhir. Sorotan bermula dari bocornya dokumen rencana perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo ke Amerika Serikat. Kini, perhatian publik juga mengarah pada isu mutasi massal aparatur sipil negara (ASN) yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.
Gejolak di media sosial mencuat setelah dokumen bertanggal 29 Juni 2026 itu tersebar luas. Dalam surat tersebut, Dody dijadwalkan menghadiri High Level Meeting of the United Nations General Assembly on the Midterm Review of the New Urban Agenda di New York pada 13-19 Juli.
Dalam dokumen tersebut juga tercantum nama istri dan anak Dody. Meski demikian, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PU Apri Artoto membenarkan surat yang beredar merupakan dokumen administrasi, sembari memberikan penjelasan mengenai prosedur birokrasi yang berlaku.
Baca Juga: Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 Triliun, KPK Ingatkan Inspektorat Jangan 'Tidur'
"Surat itu memang dari saya sebagai Sekjen Kementerian PU. Itu adalah surat kelengkapan administrasi pengurusan visa. Jadi memang kegiatan itu dilakukan sifatnya tentatif," kata Apri, Selasa (7/7).
Apri menegaskan penyertaan anggota keluarga dalam draf tersebut murni merupakan instruksi administratif dari Kementerian Luar Negeri untuk penyatuan data pengurusan visa. Ia juga memastikan biaya keberangkatan istri dan anak Menteri Dody tidak akan membebani keuangan negara.
Meski demikian, sehari setelah memberikan klarifikasi tersebut, Menteri Dody memutuskan membatalkan seluruh rangkaian kunjungannya ke Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 Triliun, KPK Ingatkan Inspektorat Jangan 'Tidur'
-
OTT Bupati Lombok Barat, KPK Bawa 7 Orang ke Jakarta
-
Kegaduhan di Kementerian PU Dinilai Bisa Berujung Lengsernya Dody Hanggodo
-
Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
IHSG Terancam Gagal Menembus Resistance di Tengah Kenaikan Harga Minyak
-
Wanti-wanti Menko Yusril soal Kasus Febrie: Jangan Terjadi Penyimpangan, Bisa Diambil Alih KPK
-
Argentina Runner Up Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Sesakit Itu!
-
Skip Jakarta! Young K Day6 Umumkan Jadwal Tur Konser Solo Bertajuk Youngest
-
6 Cara Memakai Parfum Lokal agar Wanginya Tahan Lama dan Meninggalkan Jejak
-
Keuangan Makin Bersinar, 5 Shio Ini Diprediksi Penuh Keberuntungan 21 Juli 2026
-
Aturan Hak-hak Ojol Tak Masuk RUU LLAJ, DPR Janjikan Bakal Punya UU Sendiri
-
Profil Pau Cubarsi, Bek Spanyol yang Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
-
Lepas Status WNI Biayanya Naik 5 Kali Lipat, Menteri Supratman: Bukan Masalah Buat Bangsa
-
Timur Tengah di Ambang Perang Besar! Kematian 3 Tentara Picu Serangan Brutal AS ke Iran