- Kekalahan Argentina atas Spanyol dalam final Piala Dunia 2026 memicu kerusuhan massa di kawasan Obelisco, Buenos Aires, Minggu malam.
- Bentrokan antara massa dan polisi menyebabkan sejumlah orang terluka, tujuh petugas terluka, serta lima belas orang ditangkap pihak berwajib.
- Dua orang meninggal dunia akibat henti jantung saat pertandingan berlangsung, sementara pemerintah tetap memberikan apresiasi bagi tim nasional Argentina.
Suara.com - Kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026 dari Spanyol memicu kerusuhan di pusat Buenos Aires.
Insiden terjadi di kawasan ikonik Obelisco pada Minggu malam waktu setempat.
Kericuhan bermula sekitar pukul 23.45 waktu setempat.
Sejumlah orang dilaporkan menerobos pagar pembatas sebelum melempar botol kaca dan benda lain ke arah petugas.
Polisi kemudian melakukan tindakan pembubaran untuk mengendalikan situasi.
Bentrokan tak terhindarkan, menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka di lokasi kejadian.
Massa dilaporkan melempar batu dan botol ke arah polisi yang berjaga di lokasi.
Situasi dengan cepat memanas dan memaksa polisi melakukan tindakan pembubaran.
Sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi pun ditutup untuk mengendalikan kerumunan.
Baca Juga: Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
Berdasarkan laporan awal, sedikitnya 15 orang ditangkap.
Menurut laporan El Mundo, tujuh anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan tersebut.
Sementara itu menurut laporan La Estrella De Panama, seorang pria dilaporkan mengalami cedera berat setelah terjatuh dari ketinggian sekitar empat meter.
Selain itu, sejumlah korban mengalami trauma, luka akibat lemparan benda, hingga serangan panik dan dampak konsumsi alkohol berlebih.
Tragisnya, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat henti jantung saat pertandingan berlangsung.
Kerusuhan terjadi hanya beberapa jam setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di partai final.
Berita Terkait
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Piala Dunia 2026: Mengapa Turnamen ini Disebut berpotensi Jadi yang Paling Tinggi Emisinya?
-
Tak Hanya Leandro Paredes, Asisten Lionel Scaloni Tertangkap Kamera Tinju Dani Olmo
-
Dari Sasaran Kritik Menjadi Pahlawan, Ini Ucapan Menyentuh Ferran Torres
-
5 Kunci Kemenangan Timnas Spanyol atas Argentina di Final Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jepang Diserang Gelombang Panas Ekstrem, Banyak Warga Dilarikan ke RS
-
Sunscreen Tak Cocok di Wajah? Jangan Dibuang, Ini Cara Memanfaatkannya dengan Aman
-
#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri
-
Baru Dilantik, Sudaryono Langsung Pimpin Rapat Perdana di BGN
-
Ketika Dunia Digital Mengubah Cara Jatuh Cinta Generasi Muda
-
Cegah Main Mata, Komjak Pasang Mata Awasi Kasus Korupsi Eks Jampidsus
-
Polda Metro Jaya Pastikan Panggil Hotman Paris usai PWI Serahkan Bukti
-
Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian
-
Bukalapak Bertransformasi: Bukan Lagi E-Commerce, Gaming Kini Sumbang Hampir 90 Persen Pendapatan
-
Cara Maksimalkan AI Kamera Samsung Galaxy S26, Hasilkan Foto Malam dan Video Jernih dengan Mudah