News / Internasional
Kamis, 23 Juli 2026 | 10:42 WIB
Ilustrasi tentara Amerika Serikat [Unsplash/Joel_Rivera]
Baca 10 detik
  • Militer Iran menyiapkan skenario antisipasi invasi darat dan serangan balasan terhadap Amerika Serikat.

  • Retorika ancaman Donald Trump justru mendorong kenaikan kesiapsiagaan operasional pasukan pertahanan Teheran.

  • Pasukan CENTCOM Amerika Serikat terus menggempur target militer Iran selama 12 malam beruntun.

Suara.com - Iran menyiagakan seluruh matra militer demi mengantisipasi potensi invasi darat dan serangan susulan Amerika Serikat. Langkah krusial ini diambil di tengah gempuran udara Washington yang terus berlanjut di wilayah regional.

Kesiapsiagaan penuh Angkatan Bersenjata Iran kini berada pada level tertinggi pascameningkatnya eskalasi politik kedua negara. Teheran menegaskan bahwa setiap aksi militer balasan akan menghantam balik target musuh secara terukur.

Langkah taktis militer Republik Islam tersebut merespons langsung retorika ancaman yang belakangan dilontarkan Presiden AS Donald Trump. Tekanan luar negeri itu justru mempercepat mobilisasi pertahanan nasional Iran di lapangan.

Ilustrasi perang Iran dan Israel (Meta AI)

Seorang sumber militer Iran mengungkapkan bahwa armada pertahanan telah memetakan berbagai respons balasan secara detail.

Ia menegaskan kesiapan pasukannya melalui pernyataan resmi.

“Angkatan bersenjata kami telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi setiap serangan baru dari AS, terutama jika Washington melakukan kesalahan dengan melancarkan invasi darat,” kata sumber tersebut.

Pihak militer Iran memperingatkan bahwa sasaran vital Washington akan menerima dampak balasan yang sangat mematikan. Skala kehancuran dari jawaban militer Teheran diklaim melampaui seluruh kalkulasi intelijen AS.

Teheran juga menempatkan fasilitas nuklir dan infrastruktur strategis nasional di bawah perlindungan ekstra ketat. Segala bentuk manuver berbahaya musuh dipastikan mendapat respons yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Pemerintah Iran melemparkan seluruh tanggung jawab atas potensi perang terbuka ini kepada pihak Washington. Ketegangan yang membara dinilai murni akibat provokasi dan tindakan sepihak Amerika Serikat.

Baca Juga: 11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

Di sisi lain, jet-jet tempur Amerika Serikat tak berhenti menggempur objek militer di wilayah Iran. Eskalasi militer ini menandai intensitas konfrontasi bersenjata terhebat dalam kurun beberapa waktu terakhir.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi gempuran beruntun tersebut melalui pernyataan resminya. Operasi militer intensif tersebut dilaporkan berlangsung selama 12 malam berturut-turut.

CENTCOM merinci bahwa pengerjaan misi tempur tambahan itu dimulai pada Rabu pukul 17.30 waktu Timur AS atau Kamis pukul 04.30 WIB. Penyerangan tersebut diluncurkan atas instruksi langsung Panglima Tertinggi militer AS.

Pihak Washington bergeming dan menegaskan tujuan utama penyerangan tersebut di wilayah perairan strategis. “Misi ini akan terus berlanjut untuk semakin mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan kawasan,” tulis CENTCOM melalui platform X.

Konflik terbuka ini menjadi puncak eskalasi hubungan diplomatik dan keamanan yang memburuk antara Washington dan Teheran. Penembakan sasaran militer serta insiden di jalur pelayaran internasional memicu kecemasan ketahanan energi dunia.

Kawasan Timur Tengah kini berada dalam bayang-bayang perang terbuka berskala besar jika diplomasinya gagal total. Kedua belah pihak tetap bertahan pada posisi tempur masing-masing tanpa ada tanda-tanda penarikan pasukan.

Load More